Page 8 - KLIPINGBPPT26022019PAGI
P. 8
Oktober.
Lihat juga: Koalisi Indonesia: Pemerintah Tahu Karhutla Terorganisasi "Dengan hujan diharapkan bisa membasahi lahan untuk mengurangi meluasnya kebakaran. Titik api yang masih menyala pun diharapkan bisa padam dengan turunnya hujan," kata dia.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo saat kunjungan ke Palembang, Selasa (24/9), berujar, 6 provinsi yang berstatus siaga darurat karhutla sudah diguyur hujan pada rentang 22-24 September. Provinsi tersebut yakni Riau, Jambi, Sumsel, Kalimantan Barat, Kalimantan tengah, dan Kalimantan Selatan.
Dalam beberapa hari ke depan TMC akan terus dilakukan seiring munculnya awan hujan untuk melakukan penyemaian garam khusus.
"Satu-satunya cara untuk menanggulangi kebakaran lahan, lahan gambut, itu dijadikan tetap basah lahan itu. Karena lahan gambut itu sekali terbakar, sulit dipadamkan. Tidak ada yang bisa memadamkannya kecuali hujan lebat. Pemda diharapkan untuk mengerahkan segala upaya agar gambut tidak kering dan libatkan masyarakat untuk pencegahan," ujar dia.
Lihat juga: Lahan Diserobot PTPN, Petani Simalungun Minta Bantuan Jokowi Hal senada juga diungkapkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.
Wiranto menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hanya bisa diatasi lewat hujan. Dia menyampaikan pemerintah berusaha menciptakan hujan buatan.
"Kebakaran hutan dan lahan itu selesai kalau hujan datang," ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (24/9).
Wiranto menyampaikan karhutla terjadi setiap tahun, terutama saat musim kemarau. Adapun daerah, ia menyebut nyaris sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, Wiranto mengaku karhutla cukup parah karena musim kemarau lebih panjang dari biasanya.

