Page 7 - KLIPINGBELMAWA20102019PAGI
P. 7

Dalam lima tahun terakhir ini, total dana Bidikmisi yang telah disalurkan pemerintah (2014-2019) mencapai Rp19,4 triliun. Sebagai kelanjutan program Bidikmisi yakni pemberian KIP Kuliah periode mendatang akan ditingkatkan hingga lebih dari 300%. Sehingga penerima baru (KIP Kuliah) diperkirakan sebanyak 400 ribu mahasiswa. "Tahun 2020 direncanakan jumlah mahasiswa yang dibantu KIP Kuliah akan mencapai angka 820 ribu," imbuhnya.
Selain melalui program Bidikmisi, peningkatan akses juga dilakukan dengan mendorong pembukaan prodi-prodi kekinian yang dibutuhkan, seperti ekonomi digital, data science, supply chain, dan artificial intelligence, serta meningkatkan kuota prodi-prodi di perguruan tinggi. Dengan demikian kesempatan masyarakat untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi semakin besar.
Di sisi lain, peningkatan mutu dan relevansi dilakukan dengan mendorong perguruan tinggi untuk melakukan reorientasi kurikulum agar sesuai dengan tuntutan era disrupsi saat ini. Tidak kalah pentingnya meningkatkan bakat-minat dan organisasi mahasiswa, penelusuran data alumni, hubungan dengan dunia usaha dan industri, serta pembekalan soft skill.
Diakui tantangan dalam peningkatan SDM di era disrupsi seperti saat ini memang cukup besar. Pemerintah dalam hal ini Kemenristek-Dikti bersama perguruan tinggi terus berupaya menghasilkan lulusan yang berkualitas dan tidak tergantikan otomatisasi. "Secara umum upaya-upaya ini akan terus dilanjutkan, secara khusus untuk peningkatan akses dan mutu akan didorong lebih intensif pemanfaatan IT dan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran," tuturnya.
"Kata kuncinya ialah pemahaman lulusan di bidang ilmunya sehingga mampu memecahkan masalah baru, kemudian lulusan ini melengkapi diri dengan literasi baru (literasi data, teknologi, dan kemanusiaan). Terakhir, bagaimana lulusan harus mau menjadi pembelajar seumur hidup, zaman seperti masa lalu kuliah untuk bekal 20-30 tahun di dunia kerja sudah berakhir. Orang harus mau selalu kembali belajar untuk up- skill atau re-skill," jelasnya.
Ekosistem riset
Visi Indonesia Maju dari Presiden Joko Widodo mensyaratkan perlunya penyiapan SDM unggul sebagai elemen penting dalam percepatan pembangunan bangsa. Sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang getol menyiapkan ekosistem riset.
"LIPI dengan serius menyiapkan ekosistem riset melalui manajemen talenta unggul, penyediaan infrastruktur riset yang terbuka untuk kolaborasi, juga penajaman fokus bidang riset," ujar Kepala LIPI Laksana Tri Handoko.
Beberapa upaya penciptaan ekosistem riset yang dilakukan LIPI antara lain program pascasarjana by research, program post-doctoral, infrastruktur terbuka untuk semua kalangan, pelibatan sektor industri dalam kegiatan riset, juga deregulasi dan debirokratisasi.
Menurut Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Agus Haryono, program pascasarjana by research merupakan program pendidikan S2 dan S3 tanpa meninggalkan


































































































   4   5   6   7   8