Page 89 - Kelas_12_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 89

A.   Dinamika Politik Masa Demokrasi Terpimpin

                     Mengamati Lingkungan

















                                          Sumber: diolah dari berbagai sumber
                       Gambar 3.1 Infrastruktur yang dibangun pada masa Demokrasi Terpimpin
                                           melalui politik mercusuar


                     1.  Coba kamu perhatikan gambar-gambar di atas!
                     2.  Diskusikan dengan gurumu, gambar apa saja yang ada di atas!

                     3.  Apa kaitannya  gambar tersebut dengan politik pembangunan Presiden
                        Soekarno?

                 1.   Menuju Demokrasi Terpimpin
                     Kehidupan sosial politik Indonesia pada masa Demokrasi Liberal (1950
                 hingga  1959) belum  pernah mencapai   kestabilan secara  nasional. Kabinet
                 yang silih berganti  membuat  program  kerja  kabinet  tidak dapat  dijalankan
                 sebagaimana   mestinya. Partai-partai  politik saling bersaing dan  saling
                 menjatuhkan. Mereka   lebih mengutamakan kepentingan kelompok masing-
                 masing. Di sisi lain, Dewan  Konstituante yang dibentuk melalui Pemilihan
                 Umum   1955 tidak berhasil  menyelesaikan tugasnya   menyusun UUD     baru
                 bagi  Republik Indonesia. Padahal   Presiden Soekarno menaruh harapan
                 besar terhadap Pemilu 1955, karena bisa dijadikan sarana untuk membangun
                 demokrasi yang lebih baik. Hal ini seperti yang diungkapkan Presiden Soekarno
                 bahwa “era ‘demokrasi raba-raba’ telah ditutup”. Namun pada kenyataanya,
                 hal itu hanya sebuah angan dan harapan Presiden Soekarno semata.

                     Kondisi  tersebut  membuat   Presiden Soekarno berkeinginan untuk
                 mengubur partai-partai politik yang ada, setidaknya menyederhanakan partai-
                 partai politik yang ada dan membentuk kabinet yang berintikan 4 partai yang
                 menang dalam    Pemilihan Umum    1955. Untuk mewujudkan keinginannya
                 tersebut, pada  tanggal  21 Februari  1957, di  hadapan para  tokoh politik dan



                                                                        Sejarah Indonesia         81
   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94