Page 45 - E-Modul Gelombang Cahaya Fix
P. 45

gelap dengan rumus:

                           sin    =     
                                                             … (4.1)

                  dimana:
                  d = lebar celah

                  m = terang/gelap ke ±1, ±2, ±3, ±4, …

                     = panjang gelombang



                    C    Difraksi Kekisi





                         Kekisi merupakan barisan celah sangat sempit dan memiliki lebar yang sama. Celah
                  sempit ini juga sering disebut kisi difraksi. Semakin banyak celah yang terdapat pada kisi maka

                  semakin tajam pola difraksi yang dihasilkan tertampak pada layar. Misalkan, pada area yang
                  lebarnya 2 cm terdapat 5.000 celah. Oleh sebab itu, namanya disebut sebagai kekisi karena

                  memiliki banyak celah. Kamu bayangkan saja seberapa kecilnya celah itu. Kekisi ini memiliki

                  tetapan yang disebut tetapan kekisi K. Tetapan kekisi menyatakan banyaknya celah persatuan
                  panjang. Sekarang, mari kita cari jarak antarcelah kekisi tersebut. 2 cm terdapat 5.000 celah,

                                                                  1     1                −4
                  artinya 1 cm terdapat 2.500 celah. Sehingga     =  =      cm = 4 × 10  cm.
                                                                      2.500
                         Bahasan kisi difraksi ini berkaitan dengan celah ganda   Young. Pada celah ganda Young

                  akan menghasilkan pola  terang yang tertangkap pada layar. Bedanya pada celah ganda Young

                  ini  pola  yang  terpancar  kurang  tajam  sehingga  kita  perlu  celah  yang  banyak  untuk
                  meningkatkan ketajaman polanya sehingga cahaya terurai tampak lebih jelas. Oleh sebab itu

                  kisi difraksi digunakan. Misalkan kita visualisasikan difraksi kekisi ini pada gambar di bawah
                                                penghalang
                                                                           Pelangi kedua

                                                                           Pelangi pertama

                                                                           Titik pusat putih


                                           Sinar                           Pelangi pertama
                                         polikromatik
                                           datang
                                                                           Pelangi kedua
                                         Gambar 4.5 Difraksi cahaya polikromatik pada kekisi


                                                                                                           38
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50