Page 36 - E-Modul Laboratorium Virtual
P. 36

Psikrometer :
                            Alat  ini  terdiri  dari  dua  termometer  yang  identik  dan  letaknya  saling
                            berdekatan  (gambar  7-1).  Termometer  yang  satu  tidak  diapa-apakan  sedang
                            termometer  lainnya,  bolanya  dibalut  dengan  kain  tipis  yang  selalu  dibuat
                            basah  dengan  mencelupkan  ujung  kain  tersebut  di  dalam  air  yang  berada
                            dalam  tandon  yang  berisi  cairan.  Oleh  karena  itu  termometer  terakhir  yang
                            disebut termometer bola basah menunjukkan suhu T w  yang lebih rendah dari
                            suhu  T      yang  ditunjukkan  oleh  termometer  pertama.  T  disebut  suhu  bola
                            kering dan T w  disebut suhu bola basah. Beda atara kedua suhu ini (T – T w),
                            disebut  sebagai  depresi  bola  basah  dan  diberi  lambang  DT w.  Dengan
                            mengetahui  nilai  T,  T w,  dan  DT w  hasil  pengamatan  maka  dapatlah  dicari
                            besarnya  kelembaban  nisbi  udara  dari  suatu  tabel  yang  disebut  tabel
                            psikrometer.   Tabel   psikrometer   disusun   berdasarkan   rumus   psikrometer
                            semiempirik berikut ini :

                                   e  e  A (T T )               (7-2)
                                             p
                                                    w
                                        w


                            dimana e w  adalah tekanan uap air jenuh pada suhu T w  yang dapat ditentukan
                            pada tabel ang memuat tekanan uap jenuh pada berbagai suhu (Lihat lampiran
                            B dan C).
                                Pada  umumnya,  A    clari  persamaan  (7-2)  tergantung  dari  desain
                            psikrometrik, laju ventilasi aliran (aliran udara di sekitar terrnometer), suhu
                            dan  kelembaban  tetapi  ketergantungannya  pada  suhu  dan  kelembaban
                            tidak  terlalu  besar  sehingga  dapat  dianggap  tidak  penting.  Yang  panting
                            ialah  ketergantungan  A  pada  laju  ventilasi,  terutama  pada  laju  ventilasi
                            yang  rendah,  yaitu  dibawah  3  m/dtk.  Untuk  mendapatkan  harga   A
                            tertentu,  maka  laju  ventilasi  harus  tertentu  pula.  Pada  ketinggian
                            stasiun  di  bawah  1000  meter,  pengaruh  perbedaan  p  dalam  persamaan
                            psikrometer, dapat diabaikan.
                                Jadi  dengan  menggunakan  rumus  psikrometer  tersebut  di  atas,  dapatlah
                            dihitung  tekanan  uap  air  jenuh  e   pada  kondisi  pengamatan  dari
                            hasil   pengamatan   T w    dan   (T   –   T w )   .   Disamping  itu   dapat   pula
                            ditentukan  tekanan  uap januh e w   pada suhu pengamatan atau  suhu bola
                            kering  dari  tabel  atau  grafik  yang  menghubungkan  tekanan  uap  jenuh
                            pada   berbagai   suhu.   Pada   Lampiran   C,   dari   kedua   besaran   yang
                            didapatkan  ini,  e   dan  e w.  pada  suhu  p en ga m at an   at au   s u h u   b o l a
                            k er i n g   d ar i   t ab el   at au   g r af i k   yan g   menghubungkan  tekanan  uap
                            jenuh  pada  berbagai  suhu,  dapat  dihitung   kelembaban  nisbi  dengan
                            menggunakan persamaan (7-1).












                                                                                                      28
   31   32   33   34   35   36   37   38   39