Page 30 - Physics Parabolic Motion Digital Module (PPMDM) Berbasis Model Pembelajaran STEM-PjBL
P. 30

MATERI

               1.  Tinggi Maksimum (              )























                                  Gambar 2.1 Gerak benda saat di titik C (Dokumen pribadi, 2024)
                   Tinggi maksimum merupakan posisi benda saat mencapai titik tertinggi.

                   Pada saat benda mencapai tinggi maksimum, komponen kecepatan arah

                   vertikalnya  nol  (   = 0),  sedangkan  komponen  kecepatan  arah
                                              
                   horizontalnya       sama     dengan       komponen        kecepatan       awal     arah

                   horizontalnya (   =    ). Untuk menghitung ketinggian maksimum sama
                                            0  
                                        
                   dengan 0, maka jika kita subsitusikan persamaan posisi pada arah vertikal
                                1
                                    2
                      =     .    −       dengan menggantikan tymax maka diperoleh:
                         0  
                                2
                                                              1
                                                   =     .    −     
                                                                  2
                                                      0  
                                                              2
                                                      sin      1       sin     2
                                           =      (  0     ) −    (  0     )
                                                0  
                                             
                                                               2         
                                                        2
                                                     2
                                                                  2
                                                                      2
                                                      0 sin     1    0 sin   
                                                      =    − (          )
                                                              2      
                                                                 2
                                                       1     2  sin   
                                                    =   (  0        )
                                                      
                                                       2        
                                                                2
                                                            0 2  sin   
                                                            =                                       (2.1)
                                                            2  
                   Keterangan:
                              =                               (  )
                      =                             (  /  )
                    0
                      =                          
                                                     2
                      =                                         (  /   )



                                                        20
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35