Page 30 - Modul sistem imun BMR
P. 30
Vaksin merupakan cairan yang berisi antigen (mikroorganisme atau toksin)
yang telah dilemahkan. Pemberian vaksin selain membentuk antibodi, di-
iringi gejala demam ringan yang berlangsung 1-2 hari serta nyeri atau beng-
kak pada bagian tubuh yang terkena suntikan. Kualitas vaksin baik akan me-
nimbulkan kekebalan cukup tinggi. Vaksin akan tetap baik hingga mencapai
tanggal kadaluarsa yang tertera di label dan dapat berkualitas baik jika di-
tangani sebagaimana mestinya. Vaksin yang sudah rusak, maka potensinya
akan hilang. Hal-hal yang dapat menimbulkan kerusakan vaksin, yaitu:
❖ Panas dapat merusak semua jenis vaksin.
❖ Pembekuan dapat merusak vaksin yang dibuat dari toksoid seperti DPT
dan TT.
❖ Sinar matahari terutama merusak vaksin BCG dan campak.
❖ Disinfektan atau antispetik (alkohol, sabun, dan spiritus) dapat merusak
vaksin.
Imunisasi tidak hanya ditunjukkan untuk bayi dan anak-anak
saja, namun juga diberikan kepada orang dewasa. Misalnya,
wisatawan yang akan berkunjung ke daerah yang terkena
penyakit tertentu harus mendapatkan imunisasi tertentu.
Science and Technology sebagai Konsep
2) Imunitas Pasif
Imunitas pasif adalah sebuah upaya
untuk memberikan antibodi pada tubuh se-
seorang bukan merangsang tubuh untuk
memproduksi antibodi guna menghasilkan
kekebalan tubuh, dalam artian memindahkan
antibodi dari satu individu ke individu lain.
Imunitas pasif hanya bertahan dalam hi-
tungan minggu hingga bulan. Imunitas pasif
terbagi menjadi dua, yaitu:
a) Imunitas Pasif Alami. Terjadi melalui
pemberian ASI dan saat IgG ibu masuk
ke plasenta. Di dalam air susu ibu ter- Gambar ASI untuk Kekebalan Tubuh Bayi
Sumber: https://www.kompas.com/sains/read/2023/01/06/090100923/seperti-apa-
sebut terkandung kolostrum yang kaya rasanya-asi-yang-sangat-disukai-bayi?page=all
20