Page 26 - RANGKUMAN SIMDIG SHERLY X - A
P. 26
• Jenis dalam pengambilan gambar dalam film ini :
1. The deskriptif sintagma (urutan menggambarkan satu saat)
2. The bracketing syntagm (montage od brief shota)
3. The sintagma (dua sekuens bergantian)
4. The paralel sintagma (montase dari motif)
• Teknik pengambilan gambar :
1. Wide shot
2. Medium shot
3. Extablishing shot
4. Full shot
5. Long shot
6. Extreme long shot (XLS)
• Produksi media audio
Proses rekaman dilakukan di sebuah studio rekaman yg merupakan sebuah ruangan
yg digunakan sebagai fasilitas proses rekaman. Sebuah studio rekaman paling tidak
memiliki dua ruangan, yaitu ruang rekam dan ruang kontrol.
Peralatan yg umum ada dalam studio rekaman adalah :
1. Mikrofon : merupakan barisan terdepan dalam sebuah proses rekaman.
Berdasarkan tipe sensitifitasnya, mikrofon dibedakan menjadi dua yaitu omni
directional dan uni directional.
2. Mixer console
Yaitu audio mixer / soundboard. Terdiri dari :
a. Beberapa chanel input , jumlah tergantung tipe audio mixer. Setiap
channel input, biasanya terdiri dari : terminal masukan, dapat berupa
jenis input jack, XLR, RCA.
b. Kontrol equalisasi, untuk mengatur frekuensi jangkauan, misal bass,
treble, medle.
c. Fader gain, mengatur kuat lemahnya volume masukan
d. Kontrol keluaran masuka
e. Tampilan meter
3. Speaker monitor : Speaker dalam sebuah studio rekaman memang dirancang
khusus untuk kebutuhan mixing / mastering.
4. Open reel : alat produksi media auto yg berguna untuk perekaman dialog dan
sebagai alat untuk editing.
5. Digital audio work station : perangkat yg digunakan khusus untuk proses
rekaman audio digital. Perangkat ini pada dasarnya adalah sebuah komputer