Page 16 - E-Book final semoga semogi
P. 16
Perubahan pola cuaca ekstrem
Akhir-akhir ini sering terdengar peringatan mengenai cuaca ekstrem di
beberapa wilayah Indonesia dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
(BMKG)). Menurut BMKG, cuaca ekstrem merupakan fenomena alam tidak normal
dan tidak lazim yang ditanda dengan kondisi curah hujan, suhu udara, arah dan
kecepatan angin, kelembaban udara, dan jarak pandang yang dapat
mengakibatkan kerugian khususnya terhadap keselamatan jiwa dan harta.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sepanjang tahun
2023 terdapat 1.261 kejadian cuaca ekstrem di Indonesia dan meningkat 18,07%
dibangdingkan tahun 2022 sebanyak 1.068 kejadian.
Meskipun terdapat beberapa kejadian
Berikut merupakan bentuk dari
cuaca ekstrem: cuaca ekstrem yang tidak menimbulkan
bencana serius, masyarakat tetap perlu
waspada terhadap berbagai dampak
cuaca ekstrem. Penyebab dari cuaca
ekstrem bisa bermacam-macam, mulai
Angin puting Hujan deras dari aktivitas manusia seperti polusi
beliung udara dan pemanasan global, hingga
siklus alam seperti El Nino dan La Nina
yang mempengaruhi suhu dan pola
hujan di berbagai wilayah global.
Gelombang panas Badai
Cuaca ekstrem ini sebenarnya normal loh, apabila terjadi pada porsi yang
sesuai. Namun, jika intensitas dari cuaca ekstrem terus meningkat akan
membahayakan kehidupan global karena membawa banyak dampak
serius.
El Nino dan La Nina adalah kondisi cuaca ekstrem yang dapat
mempengaruhi iklim dunia. Selama kondisi normal di Samudra Pasifik, angin
pasat akan bertiup ke Barat sepanjang ekuator, membawa air hangat dari
Amerika Selatan menuju Asia. Untuk menggantikan air hangat tersebut, air
dingin akan naik dari kedalaman (upwelling). La Nina dan El Nino merupakan
dua pola iklim berlawanan yang akan “merusak” kondisi normal tersebut.
Ilmuwan menyebut fenomena ini sebagai siklus El Nino-Southern Oscillation
(ENSO).
9