Page 2 - 7 November 2021 warta online
P. 2
Peraturan Dibuat
Renungan
Bukan Untuk Dilanggar
Bacaan: Mazmur 119 : 1 – 8
Nats: “Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang
hidup menurut Taurat TUHAN.” (Ayat 1)
Setiap kita tentu pernah mendengar jargon “Peraturan dibuat untuk dilanggar“,
bukan? Jargon negatif yang sudah terbiasa kita dengar sejak lama ini nampaknya
tidak bisa hanya dianggap sebagai guyonan semata. Nyatanya, entah karena terlalu
sering dan terbiasa mendengar jargon tersebut atau memang sudah menjadi suatu
kebiasaan yang mendarah daging, rasa-rasanya sulit bagi kebanyakan orang untuk
berdisiplin atau menaati suatu peraturan, kecuali jika terdapat ancaman hukuman
dibalik peraturan itu. Memprihatinkannya lagi, ada kesan bahwa pelanggaran
terhadap suatu peraturan dinilai sebagai sesuatu yang keren karena dianggap
sebagai bentuk keberanian mengekspresikan kebebasan, sedangkan ketaatan
adalah sesuatu yang polos atau lugu, bertahan pada penindasan. Terlepas dari
keberadaan peraturan dan pembuat kebijakan yang tidak baik, secara mendasar
kita harus memahami bahwa setiap peraturan yang dibuat adalah untuk kebaikan
diri sendiri maupun kehidupan bersama. Dengan pemahaman yang demikian, maka
kita akan dimudahkan untuk taat dan disiplin pada peraturan-peraturan yang ada di
sekitar kita dengan senang dan tulus hati.
Daud melalui Kitab Mazmur menuturkan bahwa dirinya begitu berbahagia ketika
hidup menurut perintah-perintah Tuhan. Kemudian dia mengajak kita semua
berbahagia atas ketaatan kita kepada-Nya. Hal ini tidak lain karena Daud memang
telah melihat kebaikan-kebaikan pada perintah-perintah Tuhan itu. Kalau kita
mengingat bagaimana Daud pernah jatuh pada dosa dan pelanggaran pada
perjalanan hidupnya, di mana kejatuhan itu telah benar-benar membuatnya
terpuruk pada rasa bersalah. Maka kita percaya bahwa kebahagiaan Daud ini bukan
teori semata, melainkan didasarkan pada pengalaman hidup nyata.
Kejatuhan pada dosa dan pelanggaran dapat membuat kita jatuh pada rasa
bersalah yang begitu dalam dan berkepanjangan. Tanpa kita sadari hidup kita tidak
lagi dipenuhi damai sejahtera. Hanya dengan berbalik kepada Tuhan, bertobat, dan
berkomitmen untuk tetap setia, maka hidup kita akan kembali dipulihkan. Oleh
karena itu, marilah kita berbahagia sebagai pengikut-pengikut Kristus yang
senantiasa mau menaati apa yang menjadi perintah-Nya dalam hidup kita. Amin.
[YEP].
“Menurut bukan karena takut, taat bukan karena terikat, tetapi semata-mata
karena pengertian dan cinta.”

