Page 28 - E-modul matematika bilangan bulat
P. 28

J
                                                    A
                                                                           H
                                                                   A
                                  S
                                        E
                                                            R
                                  SEJARAH
          B       I   L     A       N       G       A       N         B       U       L     A       T
          BILANGAN BULAT


      Sejarah bilangan bulat dimulai

      sejak            zaman               kuno,            ketika

      peradaban  seperti  Mesir  dan

      Mesopotamia                          menggunakan
      bilangan                       alami                    untuk

      menghitung.                     Matematikawan

      Yunani  mempelajarinya  dalam

      konteks                    teori               bilangan,
      sedangkan  bilangan  negatif

      muncul  pertama  kali  dalam

      matematika  India  abad  ke-6
      oleh               Brahmagupta                             dan

      digunakan  di  Tiongkok  untuk

      mencatat                     hutang.                   Meski

      awalnya                ditolak              di        Eropa,
      bilangan negatif mulai diterima

      pada             abad              ke-16            melalui

      perkembangan  aljabar.  Pada

      abad  ke-17,  matematikawan
      seperti                  René                 Descartes

      memanfaatkannya                                       dalam

      geometri                      dan                kalkulus.
      Akhirnya,  pada  abad  ke-19,

      konsep                    bilangan                      bulat

      diformalkan oleh Dedekind dan

      Peano.  Kini,  bilangan  bulat

      menjadi  bagian  penting  dalam
      matematika                        modern                   dan

      berbagai ilmu terapan.
   23   24   25   26   27   28   29   30