Page 15 - E-MODUL TEKS BIOGRAFI FANISA ASSHILAH
P. 15

Dari  kalimat  di  atas  yaitu  tokoh  George Saa,  pembaca diberi  gambaran  bahwa  tokoh tersebut
             adalah sosok yang mempunyai jiwa kemanusiaan yang besar. Hal ini terungkap dari keinginannya
             untuk menjadi seorang ilmuwan agar dapat membuat manusia hidup nyaman.

               d.  Dengan menghadirkan tokoh lain
                  Penulis dapat menghadirkan tokoh lain dengan menyajikan  karakter unggul tokoh biografi
                  yang berupa memuji atau menceritakan perjuangan tokoh biografi.

                     “Pak Raden itu sosok yang baik, pantang menyerah, dan senang menghibur anak-anak,”
                     tutur saudara Pak Raden.


                  Dari kutipan tersebut, saudara Pak Raden menyatakan bahwa Pak Raden merupakan orang
                  yang baik, pantang menyerah, dam senang menghibur anak.


            3.  Mengidentifikasi Kaidah Kebahasaan Teks Biografi
                Teks biografi menggunakan beberapa kaidah kebahasaan yang dominan.  Kaidah kebahasaan
                tersebut sebagai berikut.
                a.  Menggunakan pronomina (kata ganti)  orang ketiga tunggal  ia atau dia atau beliau. Kata
                    ganti ini digunakan secara bervarisi dengan penyebutan nama tokoh atau panggilan tokoh.

                       George Saa, putra Papua sangat menyukai pelajaran fisika. Ia berasal dari keluarga yang
                       kurang  mampu  secara  ekonomi.  Berkat  ketekunannya,  Si  Genius  dari  Papua  ini
                       mendapatkan  beasiswa  hingga  ke  luar  negeri.  Meski  kini  telah  sukses,  Oge,  begitu
                       biasanya dia panggil, tetap menjadi pribadi yang ramah dan tidak sombong.

                b.  Menggunakan kata kerja tindakan untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa atau perbuatan
                    fisik yang dilakukan oleh tokoh.
                    Contoh: belajar, membaca, berjalan, melempar.

                c.  Menggunakan  kata  adjektiva  (kata  sifat)  untuk  memberikan  informasi  secara  rinci
                    tentang sifat-sifat tokoh. Contoh: Kata sifat untuk mendeskripsikan watak tokoh antara lain
                    genius, rajin, ulet. Dalam melakukan deskripsi, seringkali penggunaan kata sifat didahului
                    oleh kopulatif adalah, merupakan.

                d.  Menggunakan  kata  sambung,  kata depan, ataupun nomina  yang  berkenaan  dengan
                    urutan waktu.
                    Contoh: sebelum, sudah, pada saat, kemudian,  selanjutnya, sampai,  hingga, pada tanggal,
                    nantinya, selama, saat itu.
                    Hal ini terkait dengan pola pengembangan teks cerita ulang yang pada umumnya bersifat
                    kronologis.









                                                                    15

                                                                                                                    15
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20