Page 224 - Buku Digital Kelas X
P. 224

organisasi profesi di bidang elektro yang kemudian juga mencakup bidang
                   informatika.  Kurikulum  di  tingkat  Pendidikan  Dasar  dan  Menengah  telah
                   dibuat  sejak  tahun  2000, sedangkan kurikulum  untuk tingkat perguruan
                   tinggi telah dibuat sejak tahun 1990. Kurikulum tersebut telah dirilis oleh
                   kedua organisasi tadi dan telah diperbarui beberapa kali untuk menyesuaikan
                   dengan perkembangan terkini di dunia saat ini.
                       Pada  pendidikan  dasar  dan  menengah,  informatika  masih  merupakan
                   satuan kemasan keilmuan. Di tingkat sekolah dasar (SD), area pengetahuan
                   yang dikenalkan dititikberatkan pada kemampuan berpikir komputasional.
                   Pada  tingkat  sekolah  menengah  pertama  (SMP),  area  pengetahuan  yang
                   diajarkan ditambah  dengan dikenalkannya area teknologi informasi dan
                   komunikasi  (TIK)  serta penerapannya  yang  menunjang kehidupan sehari-
                   hari. Pada konteks kegiatan belajar-mengajar di sekolah, penerapan tersebut
                   meliputi  penerapan  TIK untuk  membantu  murid  belajar, berkolaborasi,
                   berkomunikasi,  serta  mencari  informasi.  Pada  tingkat  Sekolah  Menengah
                   Atas  (SMA),  murid  diajak  berkreasi  dan  berinovasi  untuk  menghasilkan
                   karya-karya digital untuk menjawab suatu tantangan dalam kehidupan.
                       Pada tingkat Perguruan Tinggi, setiap pilar pengetahuan dikemas menjadi
                   satu program studi spesifik. Pada saat ini, terdapat lima jenis program studi
                   yang  didefinisikan  baik  oleh ACM  dan  IEEE  dan  diadopsi  oleh  Indonesian
                   Chapter of  Association  for Information Systems  (Aisindo). Program studi, baik
                   di Indonesia maupun di negara lain, mengacu pada standar kurikulum
                   tersebut untuk memastikan lulusannya memiliki kompetensi yang memiliki
                   kemampuan kompetitif yang standar. Artinya, kompetensi yang dimiliki oleh
                   lulusan diharapkan dapat diterima dan mampu bersaing di dunia internasional.
                   Perguruan tinggi kemudian dapat mengadaptasi atau menyesuaikan kurikulum
                   mereka untuk menciptakan karakter atau kekhasan lulusan setiap perguruan
                   tinggi.

                       Berdasarkan Computing  Curricula  tahun  2005, terdapat lima disiplin
                   ilmu komputasi yang paling besar, yaitu seperti berikut.
                       1.  Computer Engineering  atau  Teknik  Komputer  yang  mempelajari
                           perancangan dan pembuatan komputer dan sistem berbasis komputer.
                           Hal ini dapat mencakup perangkat keras (hardware), perangkat lunak
                           (software), serta komunikasi  dan  interaksi  antara perangkat keras
                           dan perangkat lunak.
                       2.  Computer Science atau Ilmu  Komputer yang mempelajari teori dan
                           algoritma  untuk  (a)  pengembangan robotika, computer  vision,
                           sistem  cerdas,  bioinformatika,  dan  area  lainnya;  (b)  perancangan
                           dan  implementasi  perangkat  lunak,  seperti  pembuatan  program


                                                                                        223
                                                                 Bab 8 Dampak Sosial Informatika
   219   220   221   222   223   224   225   226   227   228   229