Page 15 - E-modul manisan salak
P. 15
Lembar Kerja Peserta Didik Aktivitas 3
Observasi Pasar dan Peluang Usaha
Petunjuk
Mengerjakan
Bacalah materi tentang pasca panen di bawah ini!
Pasca Panen Salak
Salak si hitam manis yang kian digemari masyarakat, selain rasanya manis
juga kandungan gizinya tinggi. Biasanya salak dikonsumsi dalam bentuk buah
segar. Namun seperti buah-buahan lainnya, salak mempunyai sifat mudah
rusak/busuk. Untuk menghindari kerusakan dan menunda kebusukan perlu
dilakukan teknologi pasca panen. Dengan penanganan pasca panen yang baik,
mutu buah segar dapat terjaga dan kehilangan hasil dapat ditekan.
Umur Panen:
Lakukan panen pada usia pemasakan yang tepat, karena apabila terlalu cepat
mengakibatkan buah kecil, aroma buah yang tidak kuat dan kurangnya rasa
manis pada buah. Begitu juga apabila terlalu lama di panen akan mengurangi rasa
manis dan menyebabkan kerontokan pada buah, jadi penentuan waktu panen
tergantung jenis varietas salaknya.
Tanda-tanda siap panen:
Kulit buah mengkilap dan susunan sisiknya lebih renggang
Cara panen:
Memotong tandan buah yang sudah matang dengan mengunakan sabit tajam atau
gergaji, selanjutnya buag dimasukkan kedalam wadah keranjang bambu atau peti
yang sudah di beri alas dedaunan dan jangan dilempar atau ditumpuk terlalu
banyak. Pisahkan buah yang bagus dan yang jelek (cacat, rusak atau busuk),
lakukan pembersihan buah salak dari kotoran searah susunan sisik salak.
Saat pengemasan untuk di kirim ke daerah jauh (ekspor) perlu menggunakan
keranjang bambu berkapasitas 5,10 atau 20 kg atau boleh menggunakan peti kayu
atau karton yang berkorgurasi dan berilah lapisan emulsi lilin pada
permukaannya. Untuk mempertahankan kualitas salak dapat dilakukan
penyimpanan pada suhu 10-12 C.
8