Page 38 - E-Book Dasar-Dasar Konstruksi Bangunan untuk Kelas X SMK KJIJ
P. 38
Konstruksi Jalan, Irigasi, dan Jembatan
2. Pekerjaan bangunan sipil basah (Hidro)
Jenis pekerjaan bangunan sipil basah (Hidro) yaitu pekerjaan pada bagian bawah
permukaan tanah, yang berhubungan langsung dengan tanah dan air. Yang termasuk
kedalam pekerjaan bangunan sipil basah (Hidro) antara lain: Pekerjaan Bendungan,
Saluran Irigasi, Pelabuhan, dan Jembatan.
Bangunan dikelompokkan kedalam 4 kelompok yaitu:
a) Bangunan Gedung yaitu: kantor, rumah sakit, hotel, rumah dan lain-lain.
b) Bangunan Transportasi yaitu: jalan, jembatan, rel kereta api, terminal, pelabuhan,
lapangan terbang dan sebagainya.
c) Bangunan Air yaitu: bendungan, saluran irigasi, saluran drainase, bangunan bagi,
gorong gorong dan sebagainya.
d) Bangunan khusus yaitu: anjungan lepas pantai, menara jaringan listrik tegangan
tinggi, menara pemancar radio, TV dan sebagainya.
Secara umum konstruksi bangunan harus memenuhi 5 syarat yaitu:
a) Kuat dan awet, dalam arti tidak mudah rusak sehingga biaya pemeliharaan relatif
menjadi murah.
b) Fungsional, dalam arti bentuk, ukuran dan organisasi ruangan memenuhi kebutuhan
sesuai dengan fungsinya.
c) Indah, dalam arti bentuknya enak dipandang mata .
d) Hygienis, dalam arti sirkulasi udara dan cahayanya cukup sehingga penghuninya
merasa nyaman dan sehat.
e) Ekonomis, dalam arti tidak terdapat pemborosan sehingga pembiayaan menjadi
relative efisien dan efektif
C Bangunan Gedung
1. Definisi
Pengertian bangunan gedung menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.
26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan
Gedung dan Lingkungan adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu
dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada diatas dan/atau didalam
tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik
hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial,
budaya, maupun kegiatan khusus.
Dasar-Dasar Konstruksi Bangunan 23