Page 6 - B085_Nadya Kumala Putri_Neat
P. 6
LAMPIRAN MATERI
A. Pengertian Gizi Seimbang
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41
Tahun 2014, gizi seimbang merupakan susunan pangan sehari-hari yang
mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan
tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas
fisik, perilaku hidup bersih, dan memantau berat badan secara teratur dalam
rangka mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.
Prinsip gizi seimbang dari empat pilar yang termasuk rangkaian upaya
untuk menyeimbangkan antara pengeluaran zat gizi dan pemasukan zat gizi
dengan memantau berat badan secara teratur. Empat pilar tersebut yaitu,
mengonsumsi anekaragam pangan, membiasakan perilaku hidup bersih,
melakukan aktivitas fisik, dan memantau berat badan secara teratur untuk
mempertahankan berat badan normal.
B. Anjuran Makan bagi Bayi dan Balita
1. Usia 0-6 bulan
Pada usia ini pemenuhan gizi seimbang cukup hanya dari ASI. Hal
ini dikarenakan ASI merupakan makanan yang terbaik untuk bayi karena
dapat memenuhi semua zat gizi yang dibutuhkan bayi sampai usia 6 bulan,
sesuai dengan perkembangan sistem pencernaan, murah, serta bersih.
Maka setiap bayi harus memperoleh ASI eksklusif yang berarti sampai
usia 6 bulan hanya diberi ASI saja.
2. Usia 6-24 bulan
Pada usia ini, kebutuhan terhadap berbagai zat gizi semakin
meningkat dan tidak dapat dipenuhi hanya dari ASI saja. Pada usia ini,
anak berada pada periode pertumbuhan dan perkembangan cepat, mulai
terpapar terhadap infeksi dan secara fisik mulai aktif, sehingga kebutuhan
terhadap zat gizi harus terpenuhi dengan memperhitungkan aktivitas anak
dan keadaan infeksi. Agar memenuhi gizi seimbang maka perlu ditambah
dengan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), sementara ASI tetap
diberikan sampai bayi berusia 2 tahun. Pada usia 6 bulan, bayi mulai

