Page 15 - UJI COBA
P. 15

Tumbukan  lenting  sempurna  terjadi  diantara  dua  buah  benda  yang

                                 sama  besar  atau  yang  tidak  sama  besar,  bergerak  dengan  kecepatan
                                 tertentu  dengan  arah  yang  berlawanan.  Dua  buah  benda  dikatakan

                                 mengalami  tumbukan  lenting  sempurna  jika  pada  tumbukan  itu  tidak
                                 terjadi  kehilangan  energi  kinetik.  Jadi  energi  kinetik  total  kedua  benda

                                 sebelum  dan  sesudah  tumbukan  adalah  tetap.  Oleh  karena  itu,  pada

                                 tumbukan  lenting  sempurna  berlaku  hukum  kekelan  momentum  dan
                                 hukum kekelan energi kinetik. Tumbukan lenting sempurna hanya terjadi

                                 pada benda yang bergerak.
                                     Vidio diatas menunjukan ada dua buah benda memiliki massa masing-

                                 masing    dan    bergerak saling mendekati dengan kecepatan sebesar


                                    dan    sepanjang lintasan yang lurus. Setelah keduanya bertumbukan


                                 masing-masing bergerak dengan kecepatan sebesar    dan    dengan arah


                                 yang  berlawanan.  Berdasarkan  hukum  kekelan  momentum  dapat  ditulis
                                 sebagai berikut :



                                                  +      =     +







                                                 +     =      -






                                               (  -   ) =    (  -  )







                                     Sedangkan  berdasarkan  hukum  kekekalan  energi  kinetik,  diperoleh
                                 persamaan sebagai berikut :
                                                       2
                                                                   2
                                             2
                                                                               2
                                     ½      + ½ m 2v 2  = ½ m 1(v 1)  + ½ m 2(v 2)

                                                      2
                                                                  2
                                                2
                                                                        2
                                         m 1(v’ 1)  – (v 1)  = m 2((v’ 2)  – (v 2) )
                                         m 1(v 1 + v’ 1)(v 1 – v’ 1) = m (v’ 2 + v 2)(v’ 2 – v 2)
                                     jika persamaan di atas saling disubtitusikan, maka diperoleh persamaan
                              sebagai berikut :
                                         m 1(v 1 + v’ 1)(v 1 – v’ 1) = m 1(v’ 2 + v 2)(v 1 – v’ 1)
                                                       v 1 + v’ 1 = v’ 2 + v 2
                                                       v 1 – v 2 = v’ 2 – v’ 1
                                                       -(v 2 – v 1) = v’ 2 – v’ 1



               Momentum, Impuls dan Tumbukan                                                       Page 8
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20