Page 110 - Drs. Adrianus Howay, MM - Meretas Batas Pendidikan di Tanah Papua
P. 110
Masa itu, di Sorong baru ada beberapa sekolah SMA.
Selain SMAN 413, sekolah lainnya SMA milik swasta. Sebut
saja SMA PGRI, SMA Agustinus dan SMA Al Amin. Lulusan
SMP yang tidak jebol di SMAN 413, biasanya memilih alternatif
SMA swasta.
Adrian bergegas mencari angkutan tujuan Kampung
Baru. Tujuannya ke SMAN 413. Karena belum tahu letak
SMAN 413, Adrian sempat nyasar di SMKN 2 Sorong. Disitu ia
bertanya kepada petugas pendaftaran.
“Bisa mendaftarkah ?” tanya Adrian.
“Bisa. Isi formulir dulu,” kata petugas.
Tapi Adrian melihat formulir itu bertuliskan SMKN 2 Sorong. Ia
pun kembali bertanya.
“Ini bukan SMAN 413 ?”
“Bukan. SMAN 413 masih jauh. Kamu harus naik
angkutan lagi nanti turun di Surya, “ kata petugas sambil
menunjukkan arah angkutan yang harus ditumpangi.
Adrian menunggu angkutan tujuan Surya. Setelah sempat
nyasar, ia sampai di SMAN 413 yang menjadi favorit itu. Ruang
pendaftaran masih dibuka. Di ruangan itu ada beberapa petugas
yang menerima berkas pendaftaran para siswa. Kebanyakan
siswa yang diterima berasal dari wilayah Sorong. Sementara dari
tingkat kecamatan, pendaftar dibatasi lima orang siswa dengan
rangking tertinggi.
98

