Page 188 - Simulasi, Derteksi, dan Intervensi dini tumbuh kembang anak
P. 188
PEDOMAN PELAKSANAAN
Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar
Untuk semua pertanyaan kecuali 2, 5, dan 12, respon “TIDAK” mengindikasikan risiko
gangguan spektrum autisme; untuk pertanyaan 2, 5, dan 12, “YA” mengindikasikan risiko
gangguan spektrum autisme.
Algoritme berikut ini memaksimalkan psikometrik M-CHAT-R:
a. RISIKO RENDAH: Skor total 0-2; jika anak lebih muda dari 24 bulan, lakukan skrining
lagi setelah ulang tahun kedua. Tidak ada tindakan lanjutan yang diperlukan, kecuali
surveilans untuk mengindikasikan risiko gangguan spektrum autisme
b. RISIKO MEDIUM: Skor total 3-7; lakukan follow-up (M-CHAT-R/F tahap kedua) untuk
mendapat informasi tambahan tentang respon berisiko. Skrining positif jika skor M-
CHAT-R/F 2 atau lebih. Tindakan yang diperlukan adalah rujuk anak untuk evaluasi
diagnostik dan evaluasi eligibilitas untuk intervensi awal. Skrining negatif jika skor M-
CHAT-R/F 0-1. Tidak ada tindakan lanjutan yang diperlukan, kecuali surveilans untuk
mengindikasikan risiko gangguan spektrum autisme. Anak harus diskrining ulang saat
datang kembali
c. RISIKO TINGGI: Skor total 8-20; follow-up dapat tidak dilakukan dan pasien dirujuk
segera untuk evaluasi diagnostik dan evaluasi eligibilitas untuk intervensi awal
8. Intervensi:
Untuk kepentingan deteksi dini gangguan spektrum autisme di level layanan primer,
interpretasi hasil M-CHAT-R skor total 0-2 adalah normal, pada anak yang lebih muda dari
24 bulan dilakukan skrining kembali setelah ulang tahun kedua dengan menggunakan M-
CHAT-R. Orang tua diedukasi untuk melakukan intervensi dini sesuai tahapan umur
perkembangan terutama pada poin yang menghasilkan skor. Jika skor 3-20, segera rujuk
ke rumah sakit untuk penegakan diagnosis.
165

