Page 198 - FIKIH MA KELAS XI
P. 198
WAWASAN LAIN
Mengapa hak menjatuhkan talak hanya diberikan kepada oleh laki-laki?
Talak menjadi hak bagi laki-laki bukan di tangan perempuan meskipun dia adalah
pasangan dalam akad untuk menjaga perkawinan, serta untuk menilai berbagai bahaya
pengakhiran perkawinan dengan cara yang cepat dan tidak terkontrol. Hal itu karena laki-laki
yang membayar mahar dan yang memberikan nafkah kepada istri dan rumah biasanya lebih
memperhatikan konsekuensi berbagai perkara, dan lebih jauh dari sikap kesembronoan dalam
tindakan yang bisa memberikan keburukan yang besar baginya. Oleh karena itu, dia lebih
berhak untuk menjatuhkan talak karena dua perkara:
Pertama, sesungguhnya perempuan biasanya lebih terpengaruh dengan perasaan
dibandingkan laki-laki. Jika dia memiliki hak untuk mentalak, maka bisa jadi dia jatuhkan talak
dengan sebab yang sederhana yang tidak perlu membuat hancurkan kehidupan perkawinan.
Kedua, talak diikuti dengan berbagai perkara keuangan yang terdiri dari pembayaran
mahar yang ditangguhkan, nafkah iddah, dan mut'ah. Beban keuangan ini dapat membuat laki-
laki berhati-hati dalam menjatuhkan talak. Demi maslahat dan kebaikan, talak diletakkan di
tangan orang yang lebih kuat dalam menjaga perkawinan.
Sedangkan perempuan tidak dirugikan secara materi dengan talak, maka terkadang ada
yang tidak bersikap hati-hati untuk menjatuhkannya karena mudahnya terpengaruh emosi.
Kemudian, seorang perempuan menerima perkawinan yang berlandaskan talak berada di tangan
laki-laki, dan dia bisa saja memberikan syarat talak berada di tangannya jika si laki-laki merasa
rela semenjak permulaan akad. Dia juga berhak untuk membuat rugi si suami dengan cara
menghentikan perkawinan melalui mengeluarkan sedikit hartanya dengan cara khulu' atau
dengan cara fasakh terhadap perkawinan yang dilakukan oleh qadhi akibat adanya penyakit
yang membuat si istri menjauh, atau akibat buruknya perlakuan dan keburukan, atau akibat
kepergian si suami atau tertawannya si suami, atau akibat tidak adanya nafkah.
Seruan untuk menjadikan talak berada di tangan qadhi (hakim), tidak memiliki faidah
karena hal ini bertentangan dengan ketetapan syariat. Karena laki-laki memiliki keyakinan
secara agama bahwa ini adalah haknya. Jika talak diiatuhkan, terjadi pengharaman tanpa
menunggu keputusan qadhi (hakim).
Hal itu juga bukan merupakan maslahat si perempuan itu sendiri karena talak bisa saja
terjadi akibat berbagai sebab yang bersifat rahasia yang tidak baik jika disebarkan. Jika talak
berada di tangan qadhi, maka terbongkar rahasia kehidupan suami-istri dengan tersebarnya
hukum, dan direkamnya berbagai sebabnya dalam catatan pengadilan. Bisa jadi sulit untuk
menetapkan sebab karena ketidaksukaan yang bersifat alami, dan berbedanya akhlak antara
suami-istri. (Fiqh al-Islam wa Adillatuhu)
FIKIH MA PEMINATAN IPA, IPS, BAHASA & MA KEJURUAN KELAS XI