Page 48 - KM PPKN 7-BS-KLS-VII_Neat
P. 48
Sebelum sidang PPKI dimulai, Drs. Mohammad Hatta mengajak Ki Bagus
Hadikusumo, Wahid Hasyim, Mr. Kasman Singodimedjo, dan Mr. Teuku
Mohammad Hasan dari Sumatra melaksanakan suatu rapat pendahuluan. Drs.
Mohammad Hatta menyatakan, “Supaya kita jangan pecah sebagai bangsa,
kami mufakat untuk menghilangkan bagian kalimat ... dengan kewajiban
menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, dan menggantinya
dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa.”
Atas usulan itulah kemudian rumusan dasar negara dalam Piagam
Jakarta mengalami perubahan demi terjaganya keutuhan Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Para pendiri negara memiliki sikap rela berkorban, tidak
memaksakan kehendak terutama dari tokoh-tokoh agama, mereka lebih
mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi
dan golongan.
Penetapan Pancasila sebagai dasar negara dalam sidang PPKI pada
tanggal 18 Agustus 1945 bersamaan dengan penetapan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam Pembukaan Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alinea keempat rumusan
dasar negara dinyatakan ”... Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang
adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan
mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Ayo, Bermain Peran
Setelah menyimak materi di atas, lakukanlah permainan peran tentang proses
penetapan dasar negara.
1. Bentuklah kelompok 5–6 orang!
2. Carilah informasi lebih lanjut tentang sejarah penetapan Pancasila sebagai
dasar negara!
3. Buatkan skenario sederhana permainan peran proses penetapan Pancasila
sebagai dasar negara.
4. Tentukan peran masing-masing sesuai dengan tokoh-tokoh dalam proses
penetapan Pancasila sebagai dasar negara.
MP
S
M
/
u
t
k
T
l
V
as
s
e
K
di
di
an
k
P
32 Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VIIII
n
e
P
a
l
n
u
c
an
i
as