Page 18 - E-Modul Geografi Desa Kota_Rosa Maulita & Fara Deviana Putri_Neat
P. 18
MODUL GEOGRAFI KELAS XII KD 3.2 DAN 4.2 18
2. Teori Sektoral
Teori ini merupakan perkembangan dari teori konsentris. Teori ini diteliti oleh Hommer
Hoyt pada tahun 1930. Hoyt berpendapat bahwa pengelompokkan penggunaan lahan kota
menunjukan pertumbuhan kota tidak mengikuti zona-zona secara konsentris, tetapi
membentuk sektor-sektor yang lebih bebas.
Pendapat Hoyt tentang struktur kota sebagai berikut:
a. Daerah – daerah yang memiliki harga tanah atau sewa tanah tinggi biasanya terletak di
luar kota.
b. Daerah-daerah yang memiliki sewa tanah dan harga tanah rendah merupakan jalur-jalur
yang bentuknya memanjang dari pusat kota ke daerah perbatasan.
c. Zona pusat adalah daerah pusat kegiatan.
Pengelompokan zona menurut Hoyt sebagai berikut:
Zona 1 : Central Business District (CBD)
Zona 2 : Zona daerah grosir dan manufaktur (Wholesale light manufacturing zone).
Transportasi dan komunikasi sangat berperan menghubungkan daerah CBD dengan daerah
luar.
Zona 3 : Zona permukiman kelas rendah. Zona ini memiliki pola permukiman memanjang
mengikuti rute transportasi.
Zona 4 : Zona permukiman kelas menengah. Rumah-rumah berkapling besar dan kondisi
lingkungan baik.
Zona 5 : Zona permukiman kelas tinggi ditinggali penduduk dengan status sosial tinggi.
Mereka membtuhkan kepuasan dan kenyamanan.
Sumber : https://www.geovolcan.com/teori-sektoral-sectoral-theory/
18