Page 20 - IPS 7.3
P. 20

Sriwijaya juga menjadi tempat bagi pendidikan Buddha. Pendeta I-tsing
                 dalam catatannya menunjukan bahwa sebelum ke India beliau singgah
                 di Sriwijaya selama enam bulan. Pada tahun 685 M beliau kembali ke

                 Sriwijaya dan tinggal selama empat tahun untuk menerjemahkan berbagai
                 kitab suci Buddha dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Tionghoa.
                 Cerita perjalanan I-tsing menunjukkan bahwa Sriwijaya merupakan pusat

                 kegiatan ilmiah agama Buddha.



                 4.  Kerajaan Mataram Kuno: Nuansa Kemewahan Peradaban Nusantara
                    di Pulau Jawa

                 Kerajaan Mataram Kuno mulai dikenal melalui prasasti yang ditemukan
                 di Desa Canggal (barat daya Magelang). Prasasati ini ditulis dalam huruf
                 Pallawa dan diterjemahkan dalam bahasa Sanskerta yang indah dengan
                 bertuliskan angka 732M.  Isi dari Prasasti Canggal memperingati pendirian

                 sebuah lingga (lambang Siwa) di daerah Kunjarakunja oleh Sanjaya.
                    Di Kerajaan Mataram terdapat dua wangsa yaitu Sanjaya dan Syailendra

                 yang memperebutkan kekuasaan. Pada pertengahan abad ke-9, kedua
                 wangsa bersatu dengan perkawinan Rakai Pikatan dan Pramodawardhani
                 (raja puteri dari keluarga Syailendra). Bukti dari persatuan keluarga
                 tersebut adalah Candi Plaosan. Pada Candi Plaosan merupakan perpaduan
                 dari corak agama Buddha dan Hindu yang dibangun sebagai simbol

                 persatuan dari persatuan dua keluarga melalui pernikahan Rakai Pikatan
                 dan Pramodawardhani.


                 Gambar 3.22 Candi Plaosan
                 Sumber: M Yusril Mirza/Wikimedia Commons/CC-BY-SA 3.0
















               146    ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS VII SMP/MTs
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25