Page 164 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 OKTOBER 2019
P. 164

Title          PEMPROV DIY INGIN UMP 2021 KURANGI KEMISKINAN
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      30 Oktober 2019
                              https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/19/10/30/q0737u428- pemprov-diy-
               Page/URL
                              ingin-ump-2021-kurangi-kemiskinan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan penghitungan upah
               minimum provinsi (UMP) serta kabupaten/kota (UMK) untuk 2021 akan
               menggunakan metode yang berorientasi mengurangi angka kemiskinan. DIY
               memiliki program pengentasan angka kemiskinan yang ditargetkan mencapai 7
               persen pada 2022.

               "Untuk 2021 nanti intinya bahwa penetapan upah minimum kabupaten/kota dan
               provinsi harus berorientasi pada pengentasan atau pengurangan angka kemiskinan,"
               kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY Andung
               Prihadi Santosa seusai rapat koordinasi UMP/UMK DIY 2020 di Kepatihan,
               Yogyakarta, Rabu (30/10).

               Andung mengatakan penghitungan UMP dan UMK pada 2021 ditargetkan dapat
               mendukung program pengentasan angka kemiskinan yang ditargetkan mencapai 7
               persen pada 2022. Untuk menindaklanjuti itu, kata dia, Gubernur DIY akan
               mengirimkan surat kepada wali kota dan bupati se-DIY yang isinya meminta
               konsolidasi penetapan UMK 2021 berwawasan pengurangan kemiskinan.

               Meski metode yang digunakan untuk menghitung UMP/UMK 2021 belum ada, ia
               memastikan orientasinya akan berubah dibandingkan dengan metode penghitungan
               saat ini yang masih bersandar pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun
               2015 tentang Pengupahan. Ia mengatakan penggunaan PP 78/2015 sebagai rujukan
               penghitungan UMP secara peraturan akan berakhir sampai 2020.

               "Apapun metodenya ke depan kami akan membuat satu metode yang bisa
               mengurangi angka kemiskinan," kata dia.

               Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja ( HIPTK)
               Disnakertrans DIY Ariyanto Wibowo mengatakan penghitungan UMP 2021 memang
               memungkinkan diperbaiki dan dicermati kembali dengan menyesuaikan komponen
               kebutuhan hidup layak (KHL) di DIY. Saat ini, kata dia, berdasarkan PP 78/2015
               untuk penghitungan UMP 2020 memang belum bisa menggunakan KHL sesuai
               tuntutan serikat buruh karena berdasarkan aturannya KHL baru ditinjau setiap lima
               tahun sekali.

               "Jadi kesempatannya (menggunakan KHL) memang untuk UMP 2021 karena
               sekarang kan tahun terakhir menggunakan PP 78," kata dia.



                                                      Page 163 of 173.
   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169