Page 48 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 OKTOBER 2019
P. 48

"Pengalihan arus lalu lintas (bersifat) situasional," lanjut Argo.

               Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menetapkan dan mengumumkan upah
               minimum provinsi (UMP) DKI 2020 dalam waktu dekat.

               Meski belum final, Anies menuturkan, UMP yang ditetapkan akan mengarah pada
               keputusan pemerintah, yakni naik 8,51 persen dari UMP 2019 sebesar Rp 3.940.973.

               "Arahnya kami akan sesuai dengan keputusan pemerintah, belum final ini, tapi
               arahnya begitu, seperti juga tahun lalu," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan
               Medan Merdeka Selatan, Rabu (23/10/2019).

               Jika naik 8,51 persen dari Rp 3,9 juta, maka UMP DKI 2020 akan mencapai sekitar
               Rp 4,2 juta per bulan.

               Anies menyampaikan, selain menaikkan UMP, Pemprov DKI juga akan membantu
               menurunkan biaya hidup dengan memberikan Kartu Pekerja.

               Kartu Pekerja diperuntukan bagi pekerja yang memiliki gaji maksimal 10 persen
               lebih besar dari UMP.

               Dengan kartu tersebut, pekerja bisa membeli harga pangan lebih murah, gratis naik
               transjakarta, hingga anak-anaknya mendapatkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.

               "Ada peningkatan dari pemasukannya dengan UMP yang bertambah, tetapi juga
               biaya hidupnya dibantu sehingga biaya hidup lebih rendah. Dengan begitu, mereka
               bisa menabung," kata Anies.

               Dewan Pengupahan DKI Jakarta sebelumnya mengusulkan dua angka UMP DKI
               2020 kepada Anies, yakni Rp 4.276.349,906 dan Rp 4.619.878,99 per bulan.

               Angka Rp 4,2 juta diusulkan unsur pengusaha dan pemerintah, sementara angka Rp
               4,6 juta diusulkan oleh serikat pekerja.

               Unsur pengusaha mengusulkan UMP sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah (PP)
               Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, yakni naik 8,51 persen dari UMP 2019.

               Sementara itu, unsur serikat pekerja mengusulkan UMP dengan mempertimbangkan
               kebutuhan hidup layak (KHL) sebesar Rp 3.965.221, kenaikan inflasi 3,39 persen,
               dan pertumbuhan ekonomi 5,12 persen.

               (Kompas.com/Rindi Nuris Velarosdela) Artikel ini telah tayang di Kompas.com
               dengan judul "Hari Ini, Buruh Bakal Demo Tolak Kenaikan UMP DKI Rp 4,2 Juta".









                                                       Page 47 of 173.
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53