Page 98 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 MARET 2020
P. 98

Title          INI TUNTUTAN BURUH JABAR UNTUK RUU OMNIBUS LAW
               Media Name     rri.co.id
               Pub. Date      02 Maret 2020
                              http://rri.co.id/post/berita/794819/daerah/ini_tuntutan_buruh_jabar_un
               Page/URL
                              tuk_ruu_omnibus_law.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative








               Bandung: Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law yang saat ini masih
               digodok pemerintah , dinilai membuat bingung masyarakat khususnya kaum buruh.
               Pasalnya, sosialisasi yang dilakukan pemerintah, tidak gencar dilakukan serta tidak
               transparan.

                Hal tersebut diungkapkan Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, sekaligus Peneliti
               Indonesia Politics Research & Consulting (IPRC) Iman Soleh dalam diskusi publik
               yang digelar Bahana Karya Insani di salah satu hotel di Jalan Asia Afrika, Kota
               Bandung, Senin (2/3/2020).

                "Saya pikir hampir tidak ada perincian atau penjelasan secara rinci apa itu Omnibus
               Law. Bahwa RUU ini merupakan bantu loncatan super cepat, tapi ketika masyarakat,
               terutama kawan-kawan buruh belum memahami soal Omnibus Law," kata Iman.


                Menurutnya, dari nama pencetusan aturan ini sudah simpang siur. Pada awalnya,
               RUU ini dinamai RUU Cipta Lapangan Kerja, setelah melalui perundingan dengan
               DPR menjadi RUU Cipta kerja.


                Ketua Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) 98 Jawa Barat Sukamto
               mengatakan, yang menjadi pertanyaan besar adalah bagaimana Omnibus Law
               memberikan kepastian.


                "Kita masih bingung draftnya seperti apa sih yang muncul, dan poin-poinnya apa
               saja. Yang kami harapkan adalah keterbukaan pemerintah, ini loh yang poin-
               poinnya, inilah yang harus kita perbarui. Karena kita sebagai buruh juga memahami
               banyak aturan yang masih tupang tindih. Kita juga mendorong pemerintah
               bagaimana menarik investor,"ucapnya.

                Ia berharap, pemerintah tidak terlalu terjebak bahwa lapangan pekerjaan hanya
               sektor manufaktur dan industri. Padahal menurutnya masih banyak untuk
               menciptakan lapangan pekerjaan disektor lainnya, seperti sektor pertanian yang
               harus didorong.

                Ketua Aliansi Buruh Jabar Ajat Sudrajat mengatakan, dalam hal pembentukan RUU
               Omnibus Law aliansi buruh dan aliansi pekerja tidak dilibatkan.

                "Kami dari buruh pekerja sudah sepakat menolak RUU Omnibus Law," katanya.





                                                       Page 97 of 99.
   93   94   95   96   97   98   99   100