Page 110 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 MARET 2020
P. 110

pekerja masih berkeinginan untuk melanjutkan PK maka kami memberikan
               dukungan penuh," katanya.


               Melalu kepmenaker ini, Ida mengimbau WNI di luar negeri, khususnya PMI, untuk
               mengikuti arahan dan imbauan pemerintah setempat terkait pencegahan Covid-19.
               "Jika mereka ingin pulang ke Indonesia, pekerja juga harus melaporkan terlebih
               dahulu ke perwakilan RI terdekat sebelum meninggalkan negara penempatan," kata
               Politikus PKB ini.

               Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo mendukung penghentian sementara
               ini. Namun, dia memberikan catatan, yakni dengan keluarnya kepmenaker ini
               pemerintah harus memastikan hak para PMI tidak tergerus. Selain itu, lanjut Wahyu,
               para PMI yang tidak jadi berangkat tidak dibebani biaya pembatalan keberangkatan
               oleh perusahaan penyalur.

               Wahyu menambahkan, sebaiknya juga PMI diberikan kepastian tentang refund
               tanpa potongan untuk mereka yang membatalkan keberangkatan. Selanjutnya agar
               PMI tidak kebingungan, maka harus selalu dipastikan ada saluran informasi
               memadai dan adanya pengawasan yang memadai agar tidak terjadi
               pemberangkatan non-prosedural.


               (  Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay juga mengapresiasi langkah
               Kemenaker ini. Penghentian itu dimaksudkan dalam konteks perlindungan WNI dari
               penyebaran virus korona. Karena itu, dia berharap Lembaga Penempatan Tenaga
               Kerja Swasta (LPTKS) diharapkan bisa mematuhinya.

               "Momentum penghentian penempatan PMI ini bisa dijadikan sebagai sarana untuk
               memperbaiki semua instrumen perlindungan dan penempatan PMI kita di luar
               negeri. Sembari menunggu situasi membaik, sudah sepantasnya seluruh amanat UU
               No. 18/2017 tentang Pelindungan PMI dipersiapkan dengan baik. Instrumen hukum,
               pelatihan, birokrasi, dan semua hal teknis yang dibutuhkan sudah semestinya
               dipersiapkan. Dengan begitu, pada saat nanti ingin memberangkatkan, semua pihak
               sudah bisa mengacu pada UU No. 18/2017 beserta seluruh turunannya," ujarnya
               kepada KORAN SINDO.

               Namun demikian, dia menilai, Kepmen No. 151/2020 memiliki kelemahan. Sebab,
               dalam diktumnya tidak dimasukkan klausul sanksi bagi LPTKS yang masih tetap
               mengirimkan PMI. Politikus PAN ini menilai, jika ini hanya dianggap sebagai imbauan
               saja, maka akan ada pihak yang melanggar padahal situasi seperti saat ini kepmen
               itu harus dilaksanakan demi kebaikan bersama.

               (Neneng Zubaidah)  (ysw).













                                                      Page 109 of 134.
   105   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115