Page 55 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 NOVEMBER 2019
P. 55

Title         KRITIK SURAT CINTA RIDWAN KAMIL, GERINDRA: BURUH BUTUH AKSI NYATA
                Media Name    tempo.co
                Pub. Date     27 November 2019
                              https://bisnis.tempo.co/read/1277170/kritik-surat-cinta-ridwan-kamil-g erindra-buruh-
                Page/URL
                              butuh-aksi-nyata
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Negative











               Anggota Komisi Ketenagakerjaan DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Obon Tabroni,
               mengkritik "surat cinta untuk para buruh tercinta" yang ditulis Gubernur Jawa Barat
               Ridwan Kamil. Obon menegaskan, yang dibutuhkan buruh bukan surat cinta, tapi
               tindakan nyata untuk memastikan agar mereka sejahtera.

               "Karena itu, ketika membaca surat cinta Ridwan Kamil kepada buruh yang di awal
               kalimatnya menyebut soal keadilan; itu bukan saja menyakiti hati kaum buruh,
               tetapi juga mempertontonkan ketidakadilan itu sendiri," kata Obon dalam
               keterangan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Jakarta, Rabu, 27
               November 2019.

               Selain anggota dewan, Obon juga menjabat sebagai Wakil Ketua KSPI. Sebagai
               wakil rakyat, Obon mengingatkan Emil, sapaan Ridwan Kamil, bahwa kewajiban
               seorang pemimpin adalah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Bukan
               hanya keadilan bagi sekelompok elite, semisal pengusaha dan penguasa.
               Sebelumnya, Ridwan Kamil mempublikasikan surat cinta itu lewat akun
               instagramnya pada Senin 26 November 2019. Lewat surat itu, Emil menjelaskan
               kebijakannya menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) lewat Surat
               Edaran (SE), bukan Surat Keputusan (SK).

               Jika lewat SK, Emil menilai banyak industri yang tidak sanggup akan kolaps, bahkan
               kena pasal pidana. Tapi kalau lewat SE, maka industri yang tidak mampu diberi
               kesempatan untuk melakukan perundingan upah yang adil dengan buruhnya. Cara
               ini dilakukan agar pabrik tidak lari dari Jawa Barat ke tempat lain. Di sini lah sumber
               protes Obon dan KSPI. Mereka menilai akan ada perusahaan tidak menaikkan upah
               buruhnya karena SE ini, sekalipun sebenarnya mampu. Obon juga menilai
               pernyataan Ridwan Kamil mengada-ada. "Sampai saat ini mana ada pengusaha di
               Jawa Barat yang dipenjara gara-gara tidak membayar sesuai UMK?" kata dia

               Dia mencontohkan, PT Dada Indonesia, salah satu perusahaan padat karya di
               Purwakarta, Jawa Barat. Perusahaan tersebut tutup sekalipun sudah membayar
               upah buruh di bawah upah minimum. Artinya, kata Obon, bukan upah yang
               membuat perusahaan tutup.




                                                       Page 54 of 56.
   50   51   52   53   54   55   56   57