Page 156 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 156

"Sesuai UU Cipta Kerja kenaikan upah minimum berdasarkan variabel inflasi atau Pertumbuhan
              Ekonomi (PE) mana yang lebih besar. Kita lihat saja antara dua variabel itu yang nilainya lebih
              besar dengan menghitung juga batas atas dan sebagainya batas bawah," jelas Dinar kepada
              Liputan6.com, Kamis (30/9).

              Memang dalam PP 36 tahun 2021 tersebut, upah ditetapkan berdasarkan formulasi dari kondisi
              ekonomi dan ketenagakerjaan,  baik  meliputi pertumbuhan  ekonomi daerah  atau  inflasi  pada
              kabupaten kota yang bersangkutan.

              Bahkan di dalam pasal 25 ayat 4 dijelaskan, kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan sebagaimana
              dimaksud meliputi variabel paritas daya beli, tingkat penyerapan tenaga kerja, dan median upah.
              Di mana penetapan ini bersumber dari lembaga yang berwenang di bidang statistik.

              Sehingga penyesuaian upah dilakukan dengan membentuk batas atas yang merupakan acuan
              nilai upah minimum tertinggi yang dihitung menggunakan variabel rata-rata konsumsi perkapita
              dan rata-rata banyaknya Anggota Rumah Tangga (ART) yang bekerja pada setiap rumah tangga.
              Ketika ditanya lebih lanjut, apakah Kemnaker bisa memenuhi tuntutan buruh yang meminta upah
              minimum  tahun  2022  naik  10  persen.  Dinar  menegaskan  kembali,  bahwa  penetapan  Upah
              Minimum akan diketahui setelah pertumbuhan ekonomi di kuartal III September ini diketahui.

              "Ya  kita  liat  Pertumbuhan  Ekonomi  september  nanti  berapa.  Apa  mungkin  10  persen,"
              pungkasnya.

              Reporter: Tira Santia













































                                                           155
   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160   161