Page 201 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 201

Kebijakan perluasan ini diputuskan Kemnaker mengingat masih adanya sisa alokasi anggaran
              dan setelah melakukan koordinasi dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi
              Nasional (KPCPEN) dan Kementerian Keuangan untuk memperluas cakupan penerima program
              BSU.

              “Sisa  anggaran  BSU  tersebut  sebesar  Rp  1.791.477.000.000  dan  akan  menyasar  1.791.477
              pekerja. Anggaran yang ditetapkan dan diberikan Komite PEN untuk program BSU sebesar Rp
              8,7  triliun  untuk  8.783.350  pekerja  terdampak  pandemi  Covid-19,”  ujar  Direktur  Jenderal
              Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (Dirjen PHI & Jamsos) Kemnaker, Indah
              Anggoro Putri, Kamis, 30 September 2021.

              Indah  menjelaskan,  realisasi  dan  progres  program  BSU  saat  ini  telah  tersalurkan  kepada
              6.991.873 pekerja/buruh dengan alokasi anggaran sebesar Rp 6,9 triliun.

              “Alhamdulillah  per  hari  ini  (BSU)  mengalami  progres  yang  signifikan,  dari  target  8.783.350
              pekerja,” ujarnya.
              Indah  merinci,  data  calon  penerima  BSU  yang  diterima  Kemnaker  adalah  8.508.527  orang.
              Kemudian setelah dilakukan pengecekan dan diverifikasi, ditemukan 758.327 data pekerja yang
              telah menerima bantuan sosial (bansos) lain. Data tersebut dianggap tidak memenuhi syarat
              penerima Program BSU.
              “Kami  telah  melakukan  verified  data  untuk  menghindari  (penerima)  bansos-bansos  lain  dan
              dikeluarkan dari data BSU,” tegas Dirjen Putri.

              Program  BSU  Tahun  2021  ini ditargetkan  tersalur  kepada  seluruh  penerima  yang  memenuhi
              syarat sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2021 pada akhir Oktober
              2021 mendatang. []











































                                                           200
   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206