Page 117 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 117
PENGAMAT KEBIJAKAN PUBLIK NILAI RUU CIPTA KERJA POSITIF BUKA
LAPANGAN KERJA
Pengamat Kebijakan Publik Leo Agustino. (Analisadaily/Istimewa) Medan - Pengamat Kebijakan
Publik Universitas Sultan Agung Tirtayasa, Leo Agustino menilai RUU Cipta Kerja akan
memberikan dampak dan implikasi yang positif terhadap pembukaan lapangan kerja di
Indonesia. Menurutnya, RUU Cipta Kerja bisa menyediakan kemudahan-kemudahan
berinvestasi dan membuka usaha yang berimplikasi pada penyerapan tenaga kerja.
"Di satu sisi kemudahan untuk perizinan dan investasi itu disediakan oleh RUU ini. Di sisi yang
lain RUU ini juga menyediakan kesempatan karena nanti mudah untuk membuat usaha, mudah
untuk membuat pabrik, mudah untuk mendirikan perusahaan maka tentunya akan berimplikasi
pada penarikan lapangan pekerjaan bagi warga masyarakat. Jadi antara kemudahan
berinvestasi dengan ketenagakerjaan ini sebetulnya ada kaitan," ujar Leo dalam diskusi virtual
Jaringan Bonus Demografi bertajuk Solusi Pengangguran di Era New Normal, Kamis (18/6).
Direktur Riset Indonesian Politics Research and Consulting ini menjelaskan jika melihat proses
pembentukan RUU ini, maka tujuan dari RUU ini adalah untuk mederegulasi kebijakan-kebijakan
yang menghambat masuknya investasi di Indonesia.
"RUU ini disampaikan ketika Pak Jokowi menyampaikan pandangannya ketika diangkat menjadi
Presiden Indonesia untuk kedua kalinya. Dalam pembacaan naskah itu dikatakan bahwa beliau
akan melakukan deregulasi dari sisi usaha supaya perekonomian Indonesia menjadi salah satu
dari empat kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2030-2035. Nah kalau itu yang mau dicapai,
maka yang harus dilakukan adalah deregulasi kebijakan. Nah mulai dari mana? Karena ini bicara
mengenai perekonomian ya harus dari deregulasi izin usaha," jelas Leo.
Leo menambahkan masyarakat akan merasakan manfaat dari RUU ini dalam jangka panjang.
Menurutnya masyarakat harus sabar karena dalam sebuah kebijakan ada tahapan-tahapan yang
harus dilalui prosesnya.
"Hitungannya juga bukan satu dua minggu. Hitungannya bulan bahkan mungkin tahunan.
Artinya apa, dalam jangka pendek RUU ini belum berdampak apa-apa, tapi dalam jangka
menengah dan jangka panjang ya saya kira dia akan memberikan dampak, efek, dan implikasi
yang positif," ujar Leo.
"Nah celakanya memang orang kita itu tidak sabar, pengennya UU dibuat langsung berimplikasi
pada kesejahteraan mereka ya gak bisa juga. Karena segala sesuatu itu butuh proses dan ketika
kita berbicara mengenai proses, proses itu memakan waktu," tambah Leo.
(BR).

