Page 142 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 142

500 TKA China yang direncanakan akan bekerja di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe,
              Sulawesi Tenggara akhir Juni ini.

              Indrayanto  menuturkan  perusahaan  sangat  serius  dan  hati-hati  dalam  memenuhi  prosedur
              mendatangkan 500 TKA China, yang direncanakan akan datang secara bertahap.

              "Mereka  (TKA  China)  adalah  tenaga  ahli  yang  sudah  mendapatkan  RPTKA  (Rencana
              Penggunaan Tenaga Kerja Asing) dari Kemenaker, persetujuan telex visa dari Dirjen Imigrasi,
              dan  menggunakan  visa  312  (kerja)  bukan  211  (kunjungan)  seperti  yang  dituduhkan,"  ujar
              Indrayanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/6).

              Dia menjelaskan bahwa 500 TKA China yang akan didatangkan secara bertahap adalah tenaga
              kerja kontraktor yang bertugas untuk memasang alat untuk pengerjaan smelter nikel.

              Setelah itu, alat tersebut akan dioperasikan oleh tenaga kerja Indonesia yang sebelumnya sudah
              disekolahkan ke China.
              "Kontraktor dari China ini punya skill tersendiri, mereka para ahli ini juga akan memberi petunjuk
              tentang bagaimana mengoperasikan dan bagaimana menghemat listrik. Putra-putri Indonesia
              belum ada pendidikan ke arah sana karena ini baru. Nantinya 500 TKA ini akan kembali setelah
              3 bulan, paling lama 6 bulan sesudah selesai pemasangan alatnya," jelas Indrayanto.
              Sebelumnya, Plt Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja
              (Binapenta & PKK) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Aris Wahyudi menyebut
              500 TKA China yang rencananya bekerja di Sultra maksimal diizinkan bekerja selama 6 bulan.
              Setelah itu, Kemenaker menyatakan TKA ini kembali ke negaranya.

              "Mereka kan orang asing yang baru masuk Indonesia dan bekerja di jangka pendek maksimal
              hanya selama 6 bulan. Sebab, izin yang kami berikan hanya selama itu," jelas Aris, Rabu (17/6).

              Aris  menambahkan,  kalau  para  TKA  ini  tidak  didatangkan  ke  Indonesia,  pekerjaan  akan
              mangkrak atau terganggu. Efek domino lainnya, kata Aris, sekitar 11 ribu pekerja Indonesia bisa
              terdampak dan dirumahkan.

              Selain itu, tenaga kerja Indonesia belum bisa melakukan pekerjaan TKA ini karena mesin yang
              digunakan baru.

              "Bahkan, lulusan Fakultas Teknik belum tentu bisa mengerjakan pemasangannya kalau bukan
              ahlinya," tandas dia.(chi/jpnn).
   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147