Page 217 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 217

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan potensi persoalan dalam program andalan
              Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu karena kerja sama dengan 8 platform digital tidak melalui
              mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), serta terdapat konflik kepentingan.

              "Terdapat  konflik  kepentingan  pada  5  dari  8  platform  digital  dengan  Lembaga  Penyedia
              Pelatihan. Sebanyak 250 pelatihan dari 1.895 pelatihan yang tersedia adalah milik Lembaga
              Penyedia  Pelatihan  (LPP)  yang  memiliki  konflik  kepentingan  dengan  platform  digital,"  kata
              Alexander saat konferensi pers di Markas KPK, Jakarta Selatan, Kamis (18/6).
              Alex  menjelaskan  dalam  proses  pendaftaran  Kementerian  Ketenagakerjaan  dan  BPJS
              Ketenagakerjaan  telah  mengompilasi  data  pekerja  yang  terkena  PHK  dan  sudah
              memadankannya dengan NIK yang berjumlah 1,7 juta pekerja terdampak.

              Hanya saja, tutur Alex, fakta di lapangan memperlihatkan sebagian kecil dari pekerja terdampak
              yang  mendaftar  secara  daring,  yaitu  143  ribu.  Sedangkan  sebagian  besar  peserta  yang
              mendaftar untuk tiga gelombang yaitu 9,4 juta pendaftar bukan target yang disasar program
              kartu prakerja.

              "Penggunaan fitur face recognition untuk kepentingan pengenalan peserta dengan anggaran
              Rp30,8 miliar tidak efisien. Penggunaan NIK dan keanggotaan BP Jamsostek sudah memadai,"
              ujarnya.

              Selain itu, Alex mengatakan materi pelatihan tidak dilakukan dengan kompetensi yang memadai.
              Ia mengungkapkan pelatihan yang memenuhi syarat baik materi maupun penyampaian secara
              daring hanya 13 persen dari 1.895 pelatihan (Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia).

              Dari jumlah 327 sampel pelatihan yang diperoleh, Alex menyatakan hal tersebut tersedia juga
              di jejaring internet dan tidak berbayar.

              "Hasilnya 89 persen dari pelatihan tersedia di internet dan tidak berbayar termasuk di laman
              prakerja.org," ungkap Alex.

              Potensi Pelatihan Daring yang Merugikan Negara  Di samping itu, Alex mengatakan pihaknya
              juga mendapati metode pelatihan yang dilakukan secara daring berpotensi fiktif, tidak efektif
              dan  merugikan  keuangan  negara.  Pasalnya,  metode  pelatihan  satu  arah  dan  tidak  memiliki
              mekanisme pengawasan atas penyelesaian pelatihan yang sesungguhnya oleh peserta.

              Hal  itu  terlihat  dari  lembaga  pelatihan  yang  menerbitkan  sertifikat  meskipun  peserta  belum
              menyelesaikan keseluruhan paket pelatihan yang telah dipilih. Dan, peserta sudah mendapat
              insentif meski belum menyelesaikan seluruh pelatihan yang sudah dibeli. Sementara itu, negara
              tetap membayar pelatihan yang tidak diikuti peserta tersebut.

              Berdasarkan temuan di atas, KPK memberikan sejumlah rekomendasi untuk perbaikan teknis
              pelaksanaan program Kartu Prakerja.

              Di  antaranya,  peserta  yang  disasar  pada  pekerja  terdampak  tidak  perlu  mendaftar  daring
              melainkan dihubungi manajemen pelaksana sebagai peserta program; Penggunaan NIK sebagai
              identifikasi  peserta  sudah  memadai,  tidak  perlu  dilakukan  penggunaan  fitur  lain  yang
              mengakibatkan penambahan biaya.
              Dan, Komite agar meminta pendapat hukum ke Jamdatun-Kejaksaan Agung RI tentang kerja
              sama dengan 8 platform digital itu apakah termasuk dalam cakupan pengadaan barang/jasa
              (PBJ) pemerintah.

              Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja, 20 April 2020. (ANTARA
              FOTO/Aditya  Pradana)    Kemudian,  platform  digital  tidak  boleh  memiliki  konflik  kepentingan
   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221   222