Page 277 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 277

dan new normal akibat Covid-19 adalah dialog sosial. Dialog penting karena pengusaha dan
              pekerja menghadapi masalah yang sama, dan masalah dimaksud tidak dikehendaki. Itu pula
              sebabnya  Kementerian  Ketenagakerjaan  menerbitkan  kebijakan  yang  mempertimbangkan
              kelangsungan usaha di satu sisi, dan menghindari pemutusan hubungan kerja di sisi lain.

              Adriani menambahkan sudah ada sekitar 1,7 juta pekerja yang terverifikasi terkena PHK dan
              dirumahkan di seluruh Indonesia. Jumlah riilnya lebih banyak karena masih ada yang belum
              terverifikasi.  Untuk  mencegah  dampak  yang  lebih  luas,  dibutuhkan  kerjasama  lintas  sektor
              bukan hanya Kementerian Ketenagakerjaan. "Kebijakan sektor lain juga berdampak," ujarnya
              dalam webinar bertema 'Kelangsungan Usaha dan Hubungan Kerja di Era New Norma' yang
              diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, Rabu (17/6).


              Survei Sosial Demografi yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (  BPS  ) menunjukkan bahwa
              2,52 persen dari 87.379 responden baru saja mengalami PHK akibat tempat mereka bekerja
              ditutup.  Sedangkan  18,34  persen  berstatus  tetap  pekerja  tetapi  dirumahkan.  Dalam  kondisi
              pandemi Covid-19, PHK atau merumahkan karyawan menjadi alternatif bagi perusahaan yang
              terpaksa tutup. Sebagian tidak dapat beroperasi karena penetapan Pembatasan Sosial Berskala
              Besar (PSBB).

              Sesuai Pasal 151  UU No. 13 Tahun 2003  tentang Ketenagakerjaan menegaskan pengusaha,
              pekerja,  serikat  pekerja,  dan  pemerintah  dengan  segala  upaya  harus  mengusahakan  agar
              jangan terjadi PHK. Dalam hal segala upaya telah dilakukan tetapi PHK tidak dapat dihindari,
              maka maksud PHK harus dirundingan bersama. Ini juga yang dimaksud dengan dialog sosial
              antara pekerja dan pengusaha.

              Secara hukum, keadaan memaksa (  force majeur  ) dapat dijadikan alasan untuk melakukan
              pemutusan hubungan kerja. Faktanya, sudah ada beberapa putusan Mahkamah Agung yang
              dapat  dijadikan  rujukan.  Pengadilan  Hubungan  Industrial  pada  PN  Palu,  misalnya,  pernah
              mengabulkan  permohonan  PHK  akibat  kebijakan  pemerintah  yang  berimbas  pada
              operasionalisasi perusahaan.

              .
   272   273   274   275   276   277   278   279   280   281   282