Page 292 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 292
TETEN INGIN APINDO PERKUAT SINERGI PENGUSAHA BESAR DAN KECIL
Jakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) T e ten Masduki menginginkan
sinergi pengusaha besar dan kecil semakin kuat melalui berbagai program kerja sama. Salah
satunya antar pebisnis di naungan Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo ).
Kebetulan, Apindo baru saja meluncurkan program pembinaan dan pelatihan bagi Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) bertajuk Apindo UMKM Academy pada Rabu (17/6). Program itu
bertujuan membentuk ekosistem kerja sama yang terintegrasi dari memulai usaha hingga
jaringan pembiayaan.
"Dengan begitu kita bisa membangun pendampingan dan pelatihan yang terintegrasi dengan
ekosistem pembiayaan yang memungkinkan UMKM untuk tumbuh dan berkembang," ujar Teten
saat peluncuran Apindo UMKM Academy.
Menurut Teten, sinergi antara pengusaha besar dan kecil sangat penting saat ini, khususnya di
masa pandemi virus corona atau covid-19. Sebab, krisis kesehatan telah memberi dampak
penurunan pendapatan bagi para pengusaha, khususnya yang kecil.
Ia menilai perlu ada terobosan dari sisi inovasi produk, sehingga UMKM bisa mengikuti
perubahan tren pasar di tengah pandemi. Lebih lanjut, inovasi perlu ditunjang dengan
pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.
"Kemitraan pengusaha besar dan kecil perlu ada transfer pengetahuan dan pengalaman,"
imbuhnya.
Sementara data yang dikantonginya saat ini, baru sekitar 13 persen UMKM yang terhubung
dengan digitalisasi, khususnya pasar online melalui marketplace. Sisanya, 87 persen masih
mengandalkan perdagangan fisik atau offline.
Lebih lanjut, Teten mengingatkan pentingnya peran UMKM bagi perekonomian nasional. Sebab,
mayoritas dari total usaha dan penyerapan tenaga kerja berasal dari sektor ini.
"Ketika krisis finansial, UMKM tampil menjadi pahlawan ketika banyak pengusaha besar
bertumbangan," tuturnya.
Sementara, Ketua Apindo Bidang UMKM Ronald Wala mengatakan Apindo UMKM Academy
bertujuan untuk memetakan kebutuhan dan menyediakan kesempatan bisnis matching serta
kolaborasi antar pengusaha dengan pemerintah. Mulai dari Kemenkop UKM, Kementerian
Ketenagakerjaan, hingga Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
"Kami semua berupaya agar UMKM di Indonesia tetap semangat untuk maju meski kondisi
seperti ini," katanya.
Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani menambahkan program ini tidak akan hanya menjadi
seremonial semata. Sebab, program ini sangat serius ingin memperkuat sinergi antar
pengusaha, baik yang UMKM maupun besar.
Bahkan, ia ingin program ini mampu menciptakan perusahaan rintisan (start up) dengan valuasi
di atas US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliun (asumsi Rp14 ribu per dolar AS) atau unicorn baru
di Indonesia. "Perlu diingat unicorn yang ada saat ini itu anggota Apindo, seperti Bukalapak dan
Tokopedia," ungkapnya.
(uli/sfr).

