Page 309 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 309
Menurut dia, jumlah penerima bansos sembako juga akan berkurang. Pasalnya, Pemerintah
Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan memperpanjang bansos sembako. Seperti diketahui,
target bansos sembako sebanyak 2,1 juta keluarga penerima manfaat, yang 1,3 juta ditanggung
pemerintah pusat, sementara sisanya 800.000 oleh Pemprov DKI. "Kami mendapat konfirmasi
untuk Juli dan Desember, Pemprov DKI akan fokus ke program lain dan tidak akan lanjutkan
program bansos sembako yang mereka jalankan," ungkapnya.
Juliari mengatakan mulai Juli bansos sembako Jabodetabek hanya berasal dari Kemensos,
sementara untuk bansos sembako April hingga Juni akan tetap dijalankan sesuai rencana, yakni
disalurkan enam tahap kepada 2,1 juta warga. "Untuk bulan Juli hingga Desember menjadi 1,3
juta keluarga yang akan mendapat bantuan, dan itu akan dikelola seluruhnya oleh Kemensos,"
jelasnya.
Kemarin Juliari P Batubara bersama Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah menyerahkan 164.450
paket sembako kepada korban PHK di wilayah Jabodetabek. Secara simbolis, bantuan diterima
oleh 13 perwakilan dari berbagai serikat pekerja di aula serbaguna Kementerian Tenaga Kerja.
Juliari mengungkapkan rasa bangga karena bisa berkolaborasi dengan Kemenaker. "Kami
berharap bantuan sembako presiden ini bermanfaat untuk meringankan beban warga sehari-
hari," ungkapnya.
Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah menyampaikan akan terus bekerja dalam bentuk sosial
melalui bantuan untuk membantu warga. Menaker mengaku memiliki data 1,7 juta yang telah
tervalidasi dan ada 1,2 juta data yang sedang dalam proses validasi di luar Jabodetabek yang
masih membutuhkan bantuan.
"Saya menyambut baik dan senang sekali apa yang disampaikan Pak Mensos, dan kiranya Bu
Dirjen data yang diverifikasi bisa diserahkan ke Pak Mensos agar teman-teman di luar
Jabodetabek juga mengalami hal yang sama," ucap Ida.
( Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir
Effendy mengatakan bahwa program bansos yang dikeluarkan pemerintah telah menjangkau
60% keluarga Indonesia. Program tersebut berasal dari pemerintah pusat, belum termasuk
program bansos di lingkungan pemerintah daerah.
(Lihat videonya: Siswa di Tegal Jalani Simulasi New Normal di Sekolah) Dia berharap ini dapat
membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. "Melalui bansos dan dukungan BLT desa,
pemerintah telah memberikan perlindungan sosial kepada sekitar 60% keluarga Indonesia yang
terdampak secara ekonomi-sosial sebagai akibat Covid-19," katanya.
Dia mengatakan bahwa ada dua program bansos yang dikeluarkan pemerintah, yaitu reguler
dan nonreguler. Program reguler meliputi program keluarga harapan dan bantuan pangan non-
tunai. "Kemudian di samping ada program bansos reguler, selama covid ini juga ada bantuan
berupa bansos nonreguler yang sumbernya dari Kementerian Sosial, dari Kementerian Desa,
dan dari daerah baik kabupaten/kota maupun provinsi yang diambilkan dari program refocusing
dan realokasi anggaran yang ada di APBD masing-masing," paparnya.
(Dita Angga) (ysw).

