Page 308 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 NOVEMBER 2021
P. 308

Menanggapi  hal  itu  Wakil  Ketua  Dewan  Pengupahan  Nasional  (Dapenas  RI)  Adi  Mahfudz,
              menjelaskan UMP merupakan domain pemerintah untuk menetapkan. Sementara itu Ia mengaku
              masih menunggu rilis Badan Pusat Statistik (BPS) soal data pertumbuhan ekonomi "Data dari
              BPS itu paling lambat 5 November terkait pertumbuhan ekonomi termasuk PDB yang akan kita
              bahas," kata Adi saat dihubungi MNC di Jakarta, Rabu (3/11/2021).

              Adi menambahkan, bahwa polemik upah minimum semestinya mengacu pada peraturan yang
              ditetapkan  pemerintah  dan  tidak  menggunakan  pendekatan  yang  berbeda-beda  di  tingkat
              daerah.

              "Hal ini dibarengi upaya peningkatan produktifitas ketenagakerjaan," jelasnya.

              Sedangkan  menurut  Ketua  Umum  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  atau  Apindo,  Hariyadi
              B.Sukamdani  mengutarakan,  pihaknya  mengapresiasi  keputusan  Pemerintah  terkait  Upah
              Minimum yang mengacu pada kondisi perekonomian makro tahun berjalan.

              "Diharapkan Kepala Daerah patuh dan taat untuk mengikuti formula berdasar PP no.36/2021.
              Terlebih, kondisi pandemi menuntut adanya percepatan pemulihan ekonomi melalui penyerapan
              tenaga kerja di tengah masyarakat," tutur Hariyadi.

              Sebagaimana diketahui, Kementerian Ketenagakerjaan RI akan mengumumkan besaran Upah
              Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2022 dalam waktu dekat, dimana penetapan UMP dituangkan
              melalui Keputusan Gubernur dan diumumkan paling lambat tanggal 21 November tahun berjalan
              dan  UMK  ditetapkan  dengan  Keputusan  Gubernur  dan diumumkan paling  lambat  tanggal  30
              November tahun berjalan.

              Upah  Minimum  akan  diberlakukan  per  tanggal  1  Januari  pada  tahun  berikutnya.  Saat  ini
              Pemerintah  bersama  perwakilan  pengusaha  dan  pekerja  masih  terus  membahas  isu  Upah
              Minimum bersama Dewan Pengupahan Nasional (Depenas).

              (akr).






































                                                           307
   303   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313