Page 110 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 NOVEMBER 2019
P. 110
mengalami PHK agar mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk kembali
bekerja. Vokasi Indonesia Bekerja merupakan wujud dari pelaksanaan misi
BPJAMSOSTEK yaitu meningkatkan produktivitas dan daya saing pekerja. Program
ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan sertifikasi sehingga terwujud
kemandirian seorang pekerja apabila mengalami risiko pemutusan hubungan kerja.
Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah DKI Jakarta Cotta Sembiring mengatakan
target nasional BPJamsostek untuk pelatihan program Vokasi Indonesia Bekerja ini
sebesar 20.000 pekerja, dan untuk wilayah DKI Jakarta menargetkan 2.000 pekerja.
"Alhamdulillah sampai dengan hari ini kami sudah melatih tenaga kerja sebanyak
241 pekerja dari empat kantor cabang piloting, yakni Kacab Jakarta Kelapa Gading,
Kacab Jakarta Pulo Gebang, Kacab Jakarta Cilandak, dan Kacab Jakarta
Rawamangun", jelas Cotta.
Dirinya berharap pelatihan vokasi ini mampu membuka ruang bagi para pekerja
yang mengalami PHK untuk belajar kembali, melakukan up skilling maupun
reskilling, sehingga bisa kembali bekerja atau menjadi wirausahawan.
Sementara itu Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Rawamangun Deny
Yusyuliwan menjelaskan "jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 20
peserta untuk kelas Food and Beverage Service. Materi di sektor perhotelan dan
pariwisata diberikan oleh LPK Bina Mutu Bangsa.
"Saya mengajak seluruh pekerja yang mengalami PHK ataupun putus kerja untuk
mendaftarkan diri dengan cara mengunjungi langsung empat Kantor Cabang Piloting
dan dapat mengakses di website www.bpjsketenagakerjaan.go.id dan klik pada
banner vokasi", ujar Deny.
Program Vokasi Indonesia Bekerja BPJAMSOSTEK mensyaratkan bagi calon peserta
yang akan mendaftar yakni wajib memiliki akun aplikasi BPJSTKU, bertatus Warga
Negara Indonesia (WNI), usia maksimal 40 tahun, telah menjadi peserta Penerima
Upah BPJamsostek dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid dan
diutamakan mengikuti program JHT (Jaminan Hari Tua).
Selain itu calon pendaftar juga harus memiliki masa kepesertaan BPJAMSOSTEK
minimal satu tahun atau 12 bulan dengan besaran upah yang dilaporkan minimal
sebesar Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) terendah di Indonesia, mengalami
PHK, masa berhenti paling singkat satu bulan dan paling lama 24 bulan sebelum
mendaftarkan dirinya di pelatihan.(mdo/dni)
Page 109 of 110.

