Page 4 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 JANUARI 2020
P. 4

pada September 2019 lalu, melalui saluran diplomatik dan finalisasi pembaharuan
               MoU EPS, dan pihak Korsel secara prinsip setuju untuk digelar pertemuan teknis
               JWG (Joint Working Group) pada akhir Februari 2020 di Korsel, " kata Menteri Ida.

               "Kita komitmen meningkatkan pelindungan, sehingga Mou EPS tersebut nantinya
               ada penambahan-penambahan. Yang mana perlu adanya kompromi dari Korea.
               Secara substansi kedua pihak sudah oke, maka akan kita segerakan untuk
               diselesaikan. Semoga EPS ini dapat segera ditandatangani untuk menjamin
               perlindungan lebih baik bagi pekerja migran kita di Korsel," kata Menaker Ida.

               Menaker Ida menambahkan, selain perundingan finalisasi renewal EPS, forum JWG
               nanti juga akan membicarakan masalah legal drafting (keabsahan hukum) dari
               kedua negara. Tim Pemerintah Indonesia direncanakan akan mengirim utusan dari
               Kemnaker, Kemlu dan BNP2TKI Menaker Ida mengungkapkan perundingan
               pembaharuan dokumen MoU oleh Indonesia dan Korsel telah berlangsung sejak
               2015. Lamanya proses negosiasi disebabkan adanya usulan revisi/tambahan klausul
               untuk dapat meningkatkan perlindungan PMI. Sementara itu, format MoU
               penempatan EPS ini sudah template untuk ke-16 negara pengirim, termasuk
               Indonesia.

               "Pada prinsipnya, Indonesia dapat menyetujui substansi teknis di dalam counter-
               draft MoU yang telah disampaikan oleh pihak Korsel sebelumnya. Tetapi masih
               terdapat beberapa poin substansi legal drafting yang perlu mendapatkan
               kesepakatan dari kedua belah pihak," ujarnya.

               "Pengiriman PMI ini sudah dilakukan sejak tahun 2007. Mou ini sudah habis masa
               berlakunya sejak tahun 2015, tetapi secara otomatis bisa diperpanjang masa
               berlakunya. Dengan adanya regulasi PMII yang baru ini, maka perlu adanya
               adjustment," lanjut Menaker Ida.

               Menaker Ida menjelaskan melalui skema sistem izin kerja EPS, PMI yang bekerja di
               Korsel akan memperoleh perlakuan dan hak yang sama sebagaimana tenaga kerja
               Korsel sesuai dengan Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan yang berlaku di Korsel.
               Jadi, EPS ini memiliki sistem yang mencakup mengenai penempatan dan
               perlindungan PMI di Korsel.

               "Penempatan melalui skema EPS meliputi lima sektor yaitu manufaktur, konstruksi,
               jasa, perikanan, dan pertanian. Hanya saja, hingga saat ini Indonesia baru
               menempatkan di sektor manufaktur dan perikanan," kata Menaker Ida.

               Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan Editor: Budisantoso Budiman COPYRIGHT (c)2020 .














                                                        Page 3 of 98.
   1   2   3   4   5   6   7   8   9