Page 553 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 Mei 2019
P. 553

Title         141.343 PEKERJA KONSTRUKSI DI DIY IKUT PROGAM PERLINDUNGAN KETENAGAKERJAAN
                Media Name    harianjogja.com
                Pub. Date     30 April 2019
                              https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2019/04/30/510/988860/141343 -pekerja-
                Page/URL
                              konstruksi-di-diy-ikut-progam-perlindungan-ketenagakerjaan
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Positive






               Jumlah pekerja konstruksi yang mengikuti program perlindungan BPJS
               Ketenagakerjaan meningkat sebanyak 7.805 orang. Peningkatan kepesertaan
               tersebut senyampang dengan banyaknya proyek pembangunan di wilayah DIY.

               Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jogja Ainul Khalid mengatakan wilayah Kulonprogo
               mengalami peningkatan jumlah kepesertaan untuk pekerja konstruksi. Hal ini dilihat
               dari dua proyek besar yang dilakukan di wilayah tersebut. "Seperti proyek
               pembangunan bandara YIA, JJLS, under pass serta sejumlah proyek lainnya. Ke
               depan ini masih ada potensi," katanya, Senin (29/4/2019).

               Dari jumlah kepesertaan tenaga konstruksi yang mengikuti program BPJS
               Ketenagakerjaan, katanya, tersebut 141.343 orang. Jumlah tersebut bertambah
               7.805 orang dibandingkan sebelumnya hanya 133.538 orang. Rinciannya, untuk
               tenaga konstruksi yang menjadi peserta di Kulonprogo sebanyak 19.865 orang,
               Sleman (4.799 orang), Bantul (7.379 orang), dan Gunungkidul (8.907 orang).

               Untuk wilayah Kota Jogja, 100.393 orang yang berasal dari berbagai proyek
               konstruksi. Proyek yang dibangun, baik menggunakan dana APBD/APBN maupun
               swasta. Menurutnya, kepesertaan jasa kontruksi dalam program ini hanya selama
               kontraktor mendapat proyek konstruksi. "Sejak pelaksanaan hingga
               pemeliharaannya. Iurannya dibayar diawal sekian rupiah dari nilai proyek," jelasnya.

               Menurutnya, dalam surat perjanjian kontrak (SPK) ada kewajiban bagi pelaksana
               proyek untuk mendaftarkan pekerjanha di BPJS Ketenagakerjaan. Namun tidak
               jarang ada juga pengusaha konstruksi yang tidak mendaftarkan pekerjanya dalam
               program perlindungan ketenagakerjaan.

               "Mungkin proyeknya sudah selesai. Mungkin juga kontraktornya lupa tidak
               mendaftarkan. Kalau proyeknya masih berjalan akan kami kejar, kalau sudah selesai
               ini [kontraktornya] akan menjadi catatan tersendiri," ujarnya.

               Dia berharap agar pemberi kerja memahami aturan kepesertaan program jaminan
               sosial Ketenagakerjaan. Jika tidak, maka yang dirugikan para pekerja. "Melalui
               pendekatan yang dilakukan oleh jaksa penuntut negara, kami berharap agar
               kesadaran perusahaan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan. Kalau tetap
               benar-benar bandel, tentu kami tetap akan memberikan sanksi lebih tegas. Ini




                                                      Page 552 of 656.
   548   549   550   551   552   553   554   555   556   557   558