Page 637 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 Mei 2019
P. 637

Title         BURUH DI BANDUNG TOLAK MAY DAY DIRAYAKAN DENGAN PESTA ATAU DANGDUTAN
                Media Name    kumparan.com
                Pub. Date     30 April 2019
                              https://kumparan.com/bandungkiwari/buruh-di-bandung-tolak-may-day-dira yakan-
                Page/URL
                              dengan-pesta-atau-dangdutan-1qzFCUYzT8S
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Positive







               Hari Buruh Internasional (May Day) di Bandung akan diwarnai unjuk rasa yang
               dipusatkan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (1/5). Salah satu
               elemen buruh menolak May Day sebagai ajang perayaan.

               Penolakan May Day sebagai perayaan muncul dari Gerakan Rakyat Anti Kapitalis
               (Gerak) yang terdiri dari buruh dan elemen masyarakat Kota Bandung.

               Juru bicara Gerak yang juga aktivis buruh dari Konfederasi Serikat Nasional (KSN),
               Supinah, menegaskan bahwa May Day bukan perayaan melainkan sebagai
               perlawanan buruh terhadap pemodal. Ia pun meminta semua pihak tidak asal
               mendefinisikan May Day.

               "Tiap tahun kami peringati May Day. May Day bukan perayaan tapi perlawanan,"
               kata Supinah, dalam jumpa pers pra-May Day di Bandung, Senin (29/4).

               Pelecehan Seksual Buruh Perempuan Kurang Jadi Perhatian May Day, 500 Buruh
               dan Aliansi Masyarakat Bandung Siap Turun Ia mengakui, ada definisi salah kaprah
               tentang hari buruh sehingga May Day dianggap perayaan atau pesta. Padahal dalam
               sejarahnya, May Day lahir dari perlawanan buruh yang menuntut pengurangan jam
               kerja dari 18-20 jam sehari menjadi 8 jam. Perjuangan ini dilakukan dengan
               perlawanan dan pengorbanan para pejuang buruh.

               Sehingga menurut Supinah, peringatan May Day tidak tepat disebut sebagai
               perayaan. Namun akhir-akhir ini ia melihat May Day digiring sebagai perayaan yang
               dilengkapi dengan berbagai acara yang tidak nyambung dengan sejarahnya.

               Ia menuturkan, ada May Day yang diwarnai bazar sembako murah sampai musik
               atau dangdutan. Bahkan muncul jargon May Day is Holiday.

               Ia menegaskan, peringatan May Day yang dilakukan dengan perayaan sama dengan
               mengkhianati perjuangan para buruh terdahulu yang berhasil mengurangi jam kerja
               dari 20 jam menjadi 8 jam yang bisa dirasakan hingga kini.

               "1 Mei hari perlawanan bukan perayaan. Jangan sampai darah kawan-kawan kita
               dulu kita rayakan dengan dangdutan. Pemerintah juga harus membaca sejarah May
               Day," katanya.





                                                      Page 636 of 656.
   632   633   634   635   636   637   638   639   640   641   642