Page 46 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 MEI 2019
P. 46
semangat untuk bekerja di kota Jeddah.
Namun kenangan manis itu tidak bertahan lama. Saat ini kondisi Arab Saudi sudah
tidak terlalu menjanjikan, krisis moneter sedang melanda negeri ini.
Bahkan menurut saya negeri ini kurang baik untuk Tenaga Kerja Wanita (TKW),
karena tidak ada aturan perlindungan khusus untuk pekerja asing wanita.
Andaikan ada pun, mungkin hanya lima persen saja yang dipraktikkan.
Untuk kasus kekerasan sendiri banyak sekali terjadi di Arab Saudi dan hanya sedikit
sekali yang diberitakan ke publik.
Banyak TKI, khususnya mereka yang bekerja informal, yang tidak diuruskan
dokumen perpanjangan paspor puluhan tahun oleh majikannya.
TKI formal adalah mereka yang bekerja di luar negeri pada berbagai perusahaan
atau organisasi yang berbadan hukum, memiliki kontrak kerja yang kuat, dilindungi
secara hukum di negara penempatan sehingga relatif tidak mendapatkan
permasalahan selama bekerja di luar negeri.
Sedangkan TKI informal atau biasa disebut domestic worker atau asisten rumah
tangga adalah mereka yang bekerja di luar negeri pada pengguna perseorangan
yang tak berbadan hukum sehingga hubungan kerjanya subjektif dan relatif rentan
menghadapi permasalahan.
TKI informal sebenarnya tidak ada dalam teori, namun praktiknya masih ada.
Dari Indonesia mereka direkrut oleh perusahaan. Namun setelah sampai di Arab
Saudi mereka dilempar ke perusahaan lain, semacam outsourcing . Oleh karena itu
keamanan TKI informal sangatlah rawan.
Banyak sekali TKI informal di pinggiran kota yang bekerja tidak sesuai kontrak,
karena sebagian penduduk Arab masih beranggapan kalau membeli pekerja berarti
bisa memperbudaknya.
Teman-teman TKI informal kesulitan untuk mengadu, sedangkan perlindungan dari
pihak perwakilan Indonesia di sini sangat terbatas.
Belum lagi jika ada kasus hukum yang bersangkutan dengan penduduk Arab, pihak
pendatang rentan sebagai pihak yang disalahkan.
Page 45 of 255.

