Page 57 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 AGUSTUS 2019
P. 57
Kesempatan itu juga digunakan untuk berdialog langsung dengan para perajin.
Bahkan, Hanif Dhakiri juga tak canggung ketika duduk berbaur bersama para
perajin.
Dikatakan, kunjungan ini sekaligus untuk mencari tahu secara langsung tentang
kendala dan permasalahan yang selama ini dihadapi oleh para perajin. Baik dari segi
peralatan maupun segi tatakelola pemasaran hasil kerajinan.
"Saya sudah minta kepada jajaran saya, untuk mengindetifikasi kebutuhan alatnya
apa saja", tambah Hanif Dhakiri.
Meski demikian, menteri berharap pekerjaan-pekerjaan yang masih bisa dikerjakan
secara manual, lebih baik tetap dikerjakan secara manual karena juga dapat
mendukung program padat karya dengan melibatkan anggota-anggota kelompok
yang lebih banyak.
Ketua TKM Mulia Mandiri, I Wayan Danu mengatakan kerajinan souvenir berbahan
kayu tersebut telah ditekuni kelompoknya sejak tahun 1993 yang beranggotakan
sekitar 20 orang.
"Setiap harinya, kelompok ini mampu menghasilkan produk kerajinan sekitar 50
keping. Dalam hal pengerjaan kerajinan tersebut, selama ini masih dilakukan secara
manual dari proses awal hingga pada tahapan penyelesaian akhir," katanya.
Sementara Kelian Dinas Banjar Panglan, I Made Kamardiana mengatakan, warganya
memang sebagian besar bekerja di bidang kerajinan, baik kerajinan kayu maupun
bangunan bergaya Bali. Pekerjaan sebagai perajin kayu tersebut merupakan mata
pencaharian nomor dua warganya setelah sebagai tukang bangunan bergaya Bali.
"Di beberapa wilayah juga ada kerajinan seperti ini. Namun, produk kerajinan yang
dihasilkan oleh warga kami lebih detail daripada produk kerajinan daerah lain. Hasil
Page 56 of 73.

