Page 70 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 DESEMBER 2019
P. 70

kata Menaker Ida Fauziyah.

               Menaker menjelaskan, MoU antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia
               tentang Penempatan Pekerja Sektor Domestik telah berakhir sejak tahun 2016.
               Indonesia sendiri sudah mengajukan pembaruan MoU sejak tahun 2015. Namun
               hingga saat belum mendapat kesepakatan. "Ini juga didorong, kami meminta untuk
               segera ada respon atau tanggapan propose yang sudah kami ajukan," jelas
               Menaker.

               Selain pembaruan MoU untuk penempatan pekerja sektor domestik, pertemuan ini
               juga membahas kebijakan sepihak (uniteral) dari Pemerintah Malaysia. Kebijakan
               sepihak tersebut diantaranya kebijakan double medical chek-up serta kebijakan
               imigrasi seperti Foreign Worker Centralized Management System (FWCMS), e-VDR
               (Visa Dengan Rujukan), dan Imigration Security Clereance (ISC).

               "Untuk itu, Indonesia meminta agar kebijakan-kebijakan tersebut ditinjau kembali
               dan perlu mendapat kesepakatan bersama. Sehingga, tidak ada salah satu pihak
               yang dirugikan," terang Menaker.
               Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Aris Wahyudi, menambahkan, Indonesia
               telah mengajukan draft MoU yang mencakup inisiasi penempatan melalui
               mekanisme One Channel Recruitment. Dengan pertemuan kedua Menteri pada hari
               ini, diharapkan proses pembaruan MoU dapat segera terselesaikan. "Ke depan,
               semua pihak harus mengkonkritkan kebijakan One Channel dalam rekrutmen. Agar
               semua terkonsolidasi, terkoordinasi, dan terdata," ujar Aris.












































                                                       Page 69 of 88.
   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74   75