Page 23 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 SEPTEMBER 2019
P. 23
Santri pada zaman dulu, jelas Menaker, tidak hanya menimba ilmu kepada kiai saja.
Santri juga membantu aktivitas lain kiai, seperti berkebun, bercocok tanam, ataupun
berdagang.
Dengan begitu, di samping mendapat ilmu agama, santri juga mendapat
pengalaman berkebun, bercocok tanam, dan berdagang.
Namun, sejak diterapkannya sistem syahriah (biaya bulanan), santri hanya fokus
belajar ilmu agama saja.
Dengan adanya program BLK Komunitas, diharapkan santri tak hanya belajar
agama, tapi juga mendapat bekal keterampilan sehingga ketika sudah lulus dari
pesantren, mereka dapat masuk ke pasar kerja atau berwirausaha.
"Selain itu, BLK Komunitas juga bermanfaat membantu warga di sekitar pesantren
yang membutuhkan keterampilan," katanya.
Wakil Bupati Tangerang, Mad Lomri mengapresiasi bantuan program BLK Komunitas
oleh Kemnaker. Menurutnya, program ini dapat membantu menciptakan SDM yang
berakhlak dan terampil.
"Semoga, BLK Komunitas ini dapat memberi dampak positif yang signifikan, tidak
hanya bagi santri Al Badar, namun juga masyarakat sekitar," pintanya.
1.000 BLK
Kepala Subdit Sarana dan Prasarana Pelatihan Kemnaker Ady Nugroho
menambahkan, Kemnaker telah mencanangkan pembangunan 1.000 BLK Komunitas
di Tahun 2019.
Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 80 persen.
Page 22 of 135.

