Page 194 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 OKTOBER 2021
P. 194

Selain itu, Kemnaker juga akan memperluas cakupan penerima Program Bantuan Subsidi Upah
              (BSU) seluruh Indonesia di 34 Provinsi dan tersebar di 514 kota atau kabupaten.
              Berdasarkan  penuturan  Dirjen  Pembinaan  Hubungan  Industrial  dan  Jaminan  Sosial  (PHI  &
              Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri.

              Untuk diketahui, kebijakan perluasan penerima BSU ini, telah resmi diputuskan lantaran adanya
              sisa anggaran dan setelah melakukan koordinasi dengan Komite Pemulihan Ekonomi Nasional
              (PEN)  dan  Kementerian  Keuangan  untuk  melanjutkan  dan  memperluas  cakupan  penerima
              Program BSU.

              "Sisa  Anggaran  BSU  tersebut  sebesar  Rp1.791.477.000.000  dan  akan  menyasar  1.791.477
              pekerja. Anggaran yang ditetapkan dan diberikan Komite PEN untuk Program BSU sebesar Rp.8,7
              Triliun  untuk  8.783.350  pekerja  terdampak  Pandemi  COVID-19,"  ujar  Indah  Anggoro  Putri,
              sewaktu mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI di Komplek Parlemen
              Senayan, Jakarta, Selasa 28 September 2021.
              Menurut Indah Anggoro Putri, menjelaskan realisasi dan perkembangan program BSU saat ini
              sudah diberikan kepada 6.991.873 pekerja / buruh dengan alokasi anggaran mencapai sebesar
              Rp6.9 Triliun.

              "Kami  juga  mendapat  informasi,  kami  harus  melaporkan  BSU.  Alhamdulillah  per  hari  ini
              mengalami progress yang signifikan, dari target 8.783.350 pekerja," kata Indah Anggoro Putri
              Kemudian, Dirjen Putri merinci bahwa sesungguhnya data calon penerima BSU yang diterima
              kemenaker sejumlah 8.508.527 calon penerima.

              Lebih  lanjut  lagi,  setelah  dilakukan  pengecekan  dan  diverifikasi,  ditemukanlah  758.327  data
              pekerja yang dobel bansos atau sudah menerima bantuan sosial lain.

              Tentunya data tersebut telah resmi dianggap tidak memenuhi syarat penerima Program BSU.

              "Kami telah melakukan verified data untuk menghindari bansos-bansos lain dan dikeluarkan dari
              data BSU," ucap Dirjen Putri.

              Sebagai  informasi,  program  BSU  tahun  2021,  sedianya  akan  dituntaskan  dan  tersalurkan
              semuanya kepada penerima yang memenuhi syarat sesuai Permenaker Nomor 16 Tahun 2021
              hingga akhir Oktober 2021 nanti. Hal ini menurut arahan dari Menaker, Ida Fauziyah.

              Menaker Ida menghimbau kepada seluruh perusahaan yang belum menyerahkan data rekening
              pekerjanya supaya cepat menyerahkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

              Begitu juga para pekerja / buruh yang telahmemenuhi syarat, akan tetapi belum menyerahkan
              data nomor rekening bank-nya ke perusahaan agar segera menyerahkan ke perusahaan supaya
              memperlancar proses pemberian bantuan.

              "Saya mengimbau kepada seluruh perusahaan dan pekerja / buruh di seluruh Indonesia yang
              belum mendaftar di program BPJS Ketenagakerjaan, segera daftarkan diri kita dan pekerja /
              buruh kita pada program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di BPJS Ketenagakerjaan. Dengan
              demikian kita semua dapat terlindungi, terutama di masa-masa sulit seperti saat ini," ucapnya
              pada beberapa waktu belakangan.

              "Gunakanlah sebaik-baiknya dana bantuan yang telah diberikan. Patuhi protokol kesehatan, dan
              terus optimis kita pasti bisa melewati masa sulit ini apabila bersama-sama," imbuhnya.





                                                           193
   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199