Page 201 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 OKTOBER 2021
P. 201
KEMNAKER AKAN KELOLA BALAI LATIHAN KERJA DI BANTUL
Kementerian Ketenagakerjaan mendukung rencana Pemerintah Kabupaten Bantul mendirikan
Unit Pelayanan Teknis Pusat (UPTP) Balai Latihan Kerja (BLK). UPTP pelatihan tersebut akan
dikelola langsung oleh Kemnaker. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan
Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Budi Hartawan mengatakan, pelatihan BLK ini akan
disesuaikan dengan potensi daerah dan kebutuhan masyarakat setempat.
"BLK UPTP yang dibangun di Bantul untuk pengembangannya akan disesuaikan dengan potensi
yang ada di Kabupaten Bantul," ucapnya dalam keterangan tertulis, Senin (4/10/2021).
Ia mengatakan, pembangunan BLK UPTP sebagai solusi mendekatkan antara kebutuhan SDM
terampil oleh perusahaan dan ketersediaan SDM terampil.
"Kita harapkan BLK UPTP yang dibangun bisa terintegrasi dengan kejuruannya untuk dapat
menghasilkan para pencari kerja yang kompeten," ucapnya.
Ia juga menjelaskan Menaker Ida Fauziyah ingin agar pembangunan dan pengembangan BLK
UPTP dan UPTD bisa menjadi langkah dalam mendukung peningkatan keahlian SDM yang ada
di daerah.
Diketahui, Budi menerima kunjungan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih ke Balai Besar
Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bandung pada Sabtu (2/10). Ia mengapresiasi Muslih
dalam rangka mencari referensi untuk membangun BLK UPTP di Bantul.
Muslih mengatakan, kunjungannya ini dalam rangka memperoleh gambaran dan informasi yang
lebih detail tentang aktivitas BLK dan manfaatnya bagi peserta pelatihan.
Menurutnya, BBPLK Bandung dan BLK Lembang ini bisa menjadi barometer dalam upaya
meningkatkan keahlian SDM di Bantul.
"Kita ingin BBPLK Bandung dan BLK Lembang nantinya bisa menjadi contoh dalam
mengembangkan keahlian SDM yang ada di Bantul," kata Muslih.
Bupati menjelaskan, dalam membangun dan mengembangkan BLK UPTP, pihaknya memiliki
lahan seluas dua hektar untuk dapat dijadikan lokasi pembangunan BLK UPTP.
"Saya berharap nantinya masyarakat kabupaten Bantul dan Provinsi DIY bisa belajar, berlatih di
BLK UPTP," katanya.
Ia juga menyatakan, pihaknya telah mengusulkan kepada Kemnaker dan memperoleh sambutan
yang positif. Selanjutnya, ia menyerahkan kepada Kemnaker untuk waktu pembangunan BLK
UPTP tersebut. "Kapan BLK UPTP itu akan dibangun dan beroperasi itu sepenuhnya wewenang
Kemnaker," katanya.
Sebagai informasi, hingga saat ini Kemnaker telah memiliki 21 BLK UPTP yang tersebar di
berbagai daerah, yaitu BLK Banda Aceh dengan program unggulan administrasi perkantoran,
BBPLK Medan (Konstruksi), BLK Padang (TIK), BLK Belitung (Pariwisata), BBPLK Bekasi (TIK),
BBPLK Bandung (Otomotif), BLK Lembang (Agribisnis), dan BBPLK Serang (Listrik dan Las).
BLK lainnya adalah BBPLK Semarang (Fashion Technology), BLK Surakarta (Garmen), BLK
Sidoarjo (Garmen Apparel), BLK Banyuwangi (Pariwisata), BLK Makassar (Otomotif), BLK
Bantaeng (Pariwisata) BLK Pangkajene dan Kepulauan (Teknik Las), BLK Ternate (TIK), BLK
Samarinda (Otomotif), BLK Kendari (Garmen Apparel), BLK Sorong (Pariwisata), BLK Lombok
Timur (Pariwisata), dan BLK Ambon (Teknik Listrik).
200

