Page 52 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 SEPTEMBER 2019
P. 52
Title BPJS KETENAGAKERJAAN AJAK SERIKAT PEKERJA KAWAL JAMINAN SOSIAL
KETENAGAKERJAAN
Media Name jateng.antaranews.com
Pub. Date 02 September 2019
Page/URL https://jateng.antaranews.com/berita/260350/bpjs-ketenagakerjaan-ajak- serikat-
pekerja-kawal-jaminan-sosial-ketenagakerjaan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Semarang - BPJS Ketenagakerjaan mengajak 150 orang yang tergabung dalam 9
konfederasi serikat pekerja di Jateng untuk ikut mengawal jaminan sosial
ketenagakerjaan agar seluruh pekerja mendapatkan haknya, tidak masuk dalam
perusahaan daftar sebagian (PDS).
"Kami merangkul semuanya termasuk para serikat pekerja, karena perlindungan
diperlukan sepanjang hayat," kata Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan
Krishna Syarif dalam kegiatan Sinergitas Serikat Pekerja dalam Perlindungan
Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Semarang, Senin.
Dalam kegiatan tersebut, lanjut Krishna Syarif, membahas banyak hal di antaranya
mengenai pajak progresif yang dikhawatirkan dapat membebani para peserta BPJS
Ketenagakerjaan.
"Negara harus hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat dan mereka (para
pekerja, red.) berharap pajak progresif peserta jaminan sosial ketenagakerjaan
dihilangkan," katanya.
Selain pajak progresif, pekerja juga menginginkan adanya perubahan terkait
peningkatan manfaat sejumlah program BPJS Ketenagakerjaan, perubahan regulasi,
dan peningkatan layanan.
Dalam kesempatan sama Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dari unsur serikat
pekerja Eko Darwanto menambahkan bahwa para pekerja terutama yang masuk
dalam serikat pekerja bisa ikut terlibat aktif melakukan pengawasan di lapangan.
"Mereka para serikat pekerja memiliki akses untuk melakukan pengawasan seperti
terkait perusahaan yang masih mendaftarkan sebagian pekerjanya, baik itu
sebagian program, sebagian pekerja, maupun sebagian dari upahnya," kata Eko.
Ia mencontohkan masih banyak ditemui perusahaan yang mendaftarkan pekerjanya
hanya dua program dari 4 program yang ada (Jaminan Kematian (JK), Jaminan
Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun) atau mendaftarkan
sebagian pekerjanya pada jaminan sosial ketenagakerjaan, serta mendaftarkan
Page 51 of 65.

