Page 127 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 MEI 2020
P. 127
Selanjutnya, Kemlu telah mengadakan pertemuan dengan kementerian/lembaga
terkait dan mengundang ahli waris keluarga serta perwakilan PT Mandiri Tunggal
Bahari (MTB) yang merupakan agen yang mengurus penempatan kerja almarhum di
luar negeri.
Dalam pertemuan itu, PT MTB menyatakan telah membuat surat keterangan
kematian pada 23 januari 2020 dan ditembuskan kepada pihak-pihak terkait seperti
Kemlu, Kemenaker, dan BNP2TKI.
"Kami sudah melakukan pengecekan ternyata surat tersebut tidak pernah
dikirimkan," kata Judha.
Tidak Berizin Dalam proses penelusuran kasus, Kemlu mengungkap bahwa PT MTB
yang berlokasi di Tegal, Jawa Tengah, tidak memiliki izin untuk menempatkan awak
kapal Indonesia di luar negeri.
Karena itu, kasus ini kini ditangani oleh Bareskrim Polri bekerja sama dengan Polda
Jateng.
Namun, Judha menegaskan bahwa Kemlu dan kementerian/lembaga terkait akan
terus berupaya memperjuangkan pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan almarhum
Herdianto.
"Berdasarkan informasi yang kami dapat dari PT, hak gaji sudah dibayarkan,
santunan sebagian sudah dibayarkan, asuransi sedang dalam proses administrasi.
Tetapi kami akan mencocokkan informasi dengan ahli waris mengenai penerimaan
hak-hak tersebut," tutur Judha.
Kasus kematian Herdianto muncul tidak lama setelah dugaan penganiayaan dan
perbudakan juga dialami 46 ABK WNI yang bekerja di empat kapal berbendera Cina.
Kasus yang termasuk pelarungan tiga jenazah ABK serta satu ABK yang meninggal
karena sakit setelah dirawat di Busan, kini tengah ditangani oleh Bareskrim Polri
bekerja sama dengan otoritas Cina..
(tirto.id - Sosial Budaya ) Sumber: Antara Penulis: Yantina Debora Editor: Agung DH
Page 126 of 141.

