Page 101 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 APRIL 2020
P. 101
"Jadi bantuannya bisa dimanfaatkan untuk mendapat skill yang dibutuhkan. [Rp1
juta] bukan uang modal berusaha. Jika misalnya mau jadi warung kopi bisa pilih
pelatihan manajemen warung kopi dan barista," ucap Panji.
Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan B Satrio
Lelono juga sepakat. Menurutnya, jika ada masyarakat yang terdampak pandemi
Corona, mereka bisa mengikuti program prakerja.
Mereka menurutnya bisa mengambil pelatihan sesuai rencana usaha yang mau
dibuat. Misalnya, untuk usaha makanan, kuliner, sampai salon melalui pelatihan
gunting rambut.
"Insentif bisa digunakan untuk modal usaha. Insentif bisa digunakan bebas untuk
apa saja. Salah satunya untuk meningkatkan usaha mereka," ucap Satrio dalam
webinar bertajuk "Kartu Prakerja untuk Siapa", Senin (13/4/2020).
Menariknya, bayangan ini justru berbeda dengan yang sempat diwacanakan oleh
Kementerian Keuangan. Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani pernah
menyatakan kalau program kartu prakerja ditujukan sebagai jaring pengaman sosial
5,6 juta pekerja sektor informal yang terdampak pandemi Corona atau Covid-19.
Lalu bagi yang terkena PHK akan dibantu oleh dana BP Jamsostek sehingga tidak
dipisahkan dari prakerja. Sasarannya adalah 400 ribu orang.
Dalam komponen biayanya pun ada bantuan Rp600 ribu itu penggunaannya juga
tidak sembarangan. Tepatnya untuk memenuhi kebutuhan pokok.
"Bantuan ini diberikan ke masyarakat untuk meningkatkan daya beli untuk
memenuhi kebutuhan pokok," ucap Askolani dalam teleconference bersama
wartawan, Rabu (8/4/2020)..
(tirto.id - Bisnis ) Reporter: Vincent Fabian Thomas Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri
Page 100 of 251.

